Sabtu, 17 Maret, 2018 6:53 pm

Bangkitkan Kejayaan Kota Batam Seperti Tahun 2005, Ini Akan Dilakukan BP Batam

RIAUKEPRI.COM, BATAM- Badan Pengusahaan (BP) Batam mengandeng seluruh stake holder dan pelaku pariwasata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun nasional ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Membantu pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepri dalam mencapai target kunjungan wisman dari Kementerian Pariwasata ke daerah ini.

Upaya-upaya ke langkat itu, sudah mulai dilakukan dengan mengemas objek wisata yang ada di Batam, termasuk menggelar ivent-ivent yang berskala nasional maupun internasional. Selain itu, BP Batam juga akan mendorong terbentuknya Badan Promosi Kepariwisataan Kota Batam melibatkan seluruh instansi terkait di pemerintah maupun swasta. Kelak tentunya, badan ini diharapkan dapat memaksimalkan kunjungan wisatawan dari berbagai negara di dunia, tidak hanya didominasi dari negara Singapura dan Malaysia atau Asean saja.

Batam akan melirik kunjungan wisman yang signifikan dari negara – negara Timur Tengah, Asia, Afrika, Eropa dan Australia serta Amerika.

Kepala BP Batam, Lukita Dinansyah Tuwo, mengatakan sangat diperlukan pentingnya sinergisitas penanganan pariwisa Kota Batam. Sesuai fungsi dan tanggungjawabnya tidak hanya pembangunan dibidang industri, perhubungan, dan ekonomi. BP Batam juga terus menggalakkan sektor pariwisata sehingga diharapkan kedepan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota Batam, baik dari mancanegara maupun dan nasional.

“Kami sadar masalah pariwisata di Batam harus ditangani bersama, perlu sinergisit baik dari pemerintah dan juga unsur swasta dan lainnya,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinansyah Tuwo, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar dan Deputi 5/Bidang Pelayanan Umum BP Batam Bambang Purwanto saat pertemuan dengan pelaku pariwisata, baik ASITA, PHRI, Media Massa maupun pemangku kepentingan lainnya di Gedung Marketing Center BP Batam, Jumat (16/3/2018).

Lukita mengajak semua pelaku pariwisata untuk bangkit bersama untuk saling dukung dalam memajukan pariwisata Kota Batam yang puncaknya pada tahun 2005 lalu, sempat mencapai diangkat 2,5 juta kunjungan wisman ke Batam. Langkah itu, bisa kembali diraih dengan memaksimalkan dan menggarap potensi pariwisata kota Batam yang bisa dikembangkan.

Baca juga :  Ciptakan Clean and Good Governance dengan Transaksi Non Tunai

“Batam pernah jaya tahun 2005 lalu kunjungan wisman ke sini mencapat 2,5 juta orang dalam setahun,” ujarnya.

Secara nasional, ungkapan Lukita, kunjungan wisman ke Indonesia masih berkisar sekitar 12 juta orang, jauh kalah dari kunjungan wisman ke negara tetangga Malaysia yang mencapai 27 juta. Maka dari itu, Batam dan Kepri pada umumnya masih dapat memberikan kontribusi yang besar dalam kunjungan wisman ke Indonesia, selain Bali dan Yogyakarta.

“Untuk daerah Bali dan Yogyakarta berkemmbang karena pariwisata karena dengan pariwisata dampaknya berkembang semua lini termasuk ekonomi kerakyatan masyarakat. Begitu juga kita harapan dengan Batam terus kita kembangkan kepawisataannya perlu kita bergandeng bersama untuk mewujudkannya,”ungkapnya.

Untuk mewujudkan itu, dia menyampaikan beberapa faktor lain yang harus segera diselesaikan, yakni masalah infrastruktur serta dukungan layanan lainnya, seperti hotel dan permasalahan transportasi. Adanya agenda event tahunan juga menjadi salah satu faktor penting dalam menggalakan sektor pariwisata untuk dapat berkembang di Batam.

“Permasalahan infrastruktur ini perlu dilakukan bersama dengan sinergi baik dari BP Batam, Pemerintah Kota Batam, dan juga Pemerintah Provinsi Kepri. Selain itu kerjasama dengan seluruh travel agent juga merupakan salah satu poin penting dalam menjual agenda pariwisata yang sudah kita wacanakan,” terangknya.

Dijelaskannya, salah satu bentuk sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata ini, BP Batam mewacanakan pembentukan Badan Promosi Kepariwisataan Batam. “Untuk pembentukan ini kami sendiri siap memberikan support, di luar adanya support dari Kementerian Pariwisata yang mewacanakan seperti Batam Tourism Promotion Center,” lanjutnya.

Selain itu peran dari media massa sangat diperlukan, baik dalam kerjasama penyelenggaraan event hingga sarana promosi adanya event kepada masyarakat Kota Batam. “Itu salah satu alasan kenapa dalam pertemuan ini, kita juga melibatkan sejumlah pimpinan redaksi dari seluruh media massa yang ada di Batam. Semua pihak harus kompak yang menjadi kekuatan yang luar biasa,” harapnya.

Dengan wacana memajukkan industri pariwisata ini, BP Batam juga masih tetap mengharapkan untuk sektor industri lainnya juga dapat mengikuti dan bangkit kembali. “Kita tahu walau saat ini perekonomian dunia memang sedang mengalami penurunan, tetapi kunjungan wisatawan sendiri tetap stabil. Dan adanya wacana mendatangkan wisatawan ke Batam, kami juga berharap agar sektor industri lainnya juga dapat bangkit kembali,” paparnya.

Baca juga :  Belum Lagi Syamsuar Jadi Gubernur, Masyarakat Meranti Sudah Merasakan Jasanya

Sementara itu, Deputi 5/Bidang pelayanan Umum BP Batam, mengungkapkan salah satu kegiatan yang mengundang wisman, yaitu dalam waktu dekat akan menggelar Batam Menari 2018 yang akan diikuti sebanyak 19 ribu penari, sekalian memecahkan rekor MURI. Untuk mensukseskan acara tersebut, telah didukung oleh 8 pengusaha nasional dan 147 pengusaha Batam.

“Mari sama-sama kita ciptakan iklim pariwisata. Kami BP Batam tetap dorong bidang industri termasuk lahan yang belum dibangun. Kita yakin Batam akan semakin maju kedepannya,” kata perwira Polri aktif bintang dua dipundak itu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan objek wisata yanga ada di Kepri meliputi tiga bidang pariwisata yang bisa dikembangkan untuk menggaet wisman ke Provinsi Kepri, yaitu wisata budaya, alam dan buatan.

“Untuk mencapai target kunjungan wisata ke Kepri, ada 100 lebih ivent yang kita siapkan di seluruh kabupaten/kota termasuk Batam sebagai pemasok terbesar kunjungan wisman di Kepri,”ujarnya.

Pada kesempatan lain, banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan Provinsi Kepulauan Riau khususnya Batam tentunya harus dibarengi dengan kekompakan antara Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan Pemerintah Kota Batam.

“Keunggulan yang dimiliki harus dibarengi sinergitas antar-institusi, yakni BP Batam, Pemko Batam, dan Pemprov Kepri untuk bersama-sama menggali potensi pariwisata di wilayahnya untuk menggenjot kunjungan Wisman,” kata dia, saat berkunjung ke Batam beberapa waktu lalu.

Asman Abnur menilai pelaku-pelaku pariwisata harus menjadi motor pertumbuhan. “Kami mendorong agar pariwisata di Kepri dikembangkan. Para pelaku usaha bidang pariwisata harus menjadi motor penggerak perekonomian di Kepri,” ujarnya. (helmy)