Jumat, 8 Desember, 2017 10:42 am

Bareskrim Serahkan Pengguna Akun Saracen ke Kejari Pekanbaru

RiauKepri.com, PEKANBARU– Penyidik Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melimpahkan tersangka Jasriadi (32) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Pembuat akun Saracen ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB, Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

Proses tahap II, berupa penyerahan tersangka dan barang bukti, dilakukan di Kantor Kejari Pekanbaru, Kamis (7/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Jasriadi menjalani proses administrasi.

“Dari Mabes Polri, penelitian ke Kejagung dan diteruskan ke kita (Kejari Pekanbaru) untuk disidangkan,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Pekanbaru, Yusuf Ibrahim SH MH.

Setelah mengurus administrasi, Jasriadi digiring ke Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru. Ia akan ditahan selama 20 hari pertama sampai berkas dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Jasriadi disebutkan ketua dan pembuat membuat akun Saracen yang berisi ujaran kebencian dan berita hoax. Ia juga memfosting dan mengunggah ujaran tersebut ke media sosial.

Baca juga :  Dua Pemuda Pekanbaru Dibekuk Warga Rohul, Apa Pasal?

Akibat perbuatannya, Jasriadi dijerat dengan Pasal 46 ayat (1) dan (2) jo Pasal 30 ayat (1) dan (2) jo Pasal 48 ayat (1) dan (2) jo Pasal 32 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 51 ayat (1) jo Pasal 35 Undang-undang (UU) Nomor 16 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi, Teknologi dan Elektronik.

Jasriadi ditangkap tim Mabes Polri di Jalan Kasah, Pekanbaru, 7 Agustus 2017.
Pengungkapan berawal dari penangkapan RK pada 2016. Setalah pengembangan kasus, aparat kepolisian menangkap pelaku RY pada Februari 2017.

Berselang lima bulan, polisi menangkap pelaku penyebar konten Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), MFT, dan seorang ibu rumah tangga, Sri Rahayu yang sudah menjalani persidangan.

Baca juga :  Kawanan Rampok Jerat Leher Pemilik Warung Hingga Tewas

Sri Rahayu, tersangka penghinaan Presiden Joko Widodo. Setelah ditangkap, akun media sosial, Facebook milik SRN yang digunakan menyebarkan kebencian masih aktif dan dipulihkan Jasriadi.

Polisi juga menangkap Muahammad Abdullah Harsono yang mengunggah berbagai konten ujaran kebencian dan bernuansa SARA di dalam akun Facebook Saracen. Ia terpantau mengubah grup Saracen menjadi NKRI Harga Mati.

Kelompok Saracen diketahui membuat sejumlah akun media sosial dan online. Akun-akun tersebut antara lain Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennews.com. Kelompok ini diduga menawarkan jasa menyebarkan ujaran kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan di media sosial atas pesanan pihak tertentu. (RK1/*)