Selasa, 27 Februari, 2018 1:34 am

Begawai Musik II Mendenyutkan Identitas Riau di Ruang Publik Kota Pekanbaru

Harus diakui bahwa ruang publik di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru, sebagai Ibukota Provinsi Riau memang terasa ‘gersang’ dengan sentuhan kretivitas seni. Ruang publik di Ibukota Provinsi Riau ini seakan dibiarkan begitu saja mengikuti rentak kota metropolis yang semakin kehilangan identitas. Padahal ruang publik merupakan ruang yang harus diisi dengan karya-karya seni, sehingga ruang publik itu benar-benar menjadi ruang yang sangat menyenangkan bagi warganya.

Ruang publik adalah ruang bersama yang dapat dipergunakan untuk menyampaikan pesan. Maka tidak heran di berbagai kota besar, baik di luar maupun dalam negeri, ruang publik dimanfaatkan seniman memperlihatkan karya mereka yang memuat berbagai pesan untuk disampaikan kepada warga. Ruang publik di tangan seniman menjadi ruang bertemunya gagasan ide, pesan dan sekaligus hiburan bagi warga. Dari ruang publik juga terjalin silaturahim identitas suatu kota.

Aksi pemusik Riau di Begawai Musik II (foto Ary Sandy)

Bagi seniman masa kini, ruang publik telah menjadi panggung bagi mereka. Para seniman masa kini tidak ‘memberhalakan’ lagi gedung seni pertunjukan sebagai tempat memperlihatkan karya-karya mereka. Gedung seni pertunjukan hanya menjadi ‘syarat’ kehadiran seniman masa kini mengkreasikan karya mereka dalam bingkai ‘keberadaan’. Ruang publiklah yang menjadi mahligai para seniman hari ini. Selain ingin membebaskan diri dari hukum-hukum panggung gedung seni pertunjukan, ruang publik juga dapat mendekatkan karya-karya yang dihasilkan ke tengah masyarakat.

Baca juga :  Cewek di Batam Tewas Dibunuh, Lelaki Ini Diduga Pelakunya

Menyadari betapa sunyinya ruang publik di Kota Pekanbaru dengan karya-karya seni, beberapa kelompok musik Riau yang berada di Kota Pekanbaru, bergotongroyong memacakkan perhelatan musik yang dikibarkan dengan nama Begawai Musik II. Begawai Musik I diadakan di Bandar Seni Raja Ali Haji, tepatnya di halaman Anjungan Kampar beberapa bulan yang lalu. Tidak tanggung-tanggung sebanyak 25 kelompok musik menyatukan diri mengusung “Begawai Musik II” yang dipusatkan di Bundaran Tugu Selamat Datang simpang Mall SKA, pada hari Sabtu (23/2/2018) yang lalu.

Aksi seniman musik di Begawai Musik II (foto Bayu Amde Winata)

Ruang publik Simpang Jalan Arengka dengan Jalan Tuanku Tambusai itu pun berubah total pada hari Sabtu tanggal 23 Februari 2018, pukul 16.00 – 18.00 WIB. Simpang yang dikenal dengan nama Simpang Mall SKA itu, sehari-harinya dihantui kemacetan yang panjang. Tak ada yang dapat dirasakan selain kekesalan para pengguna jalan disebabkan macet. Pada hari itu, kekesalan disebabkan kemacetan terobati dengan penampilan para seniman musik Riau. Setiap kali lampu merah menyala para seniman musik Riau memainkan alat musik mereka. Sambil menunggu lampu warna hijau (berjalan), para pengguna kendaraan roda dua dan roda empat dapat menyaksikan aksi para seniman musik ini. Paling tidak, apa yang dilakukan para seniman musik Riau ini, dapat mengurangi kekesalan disebabkan kemacetan.

Baca juga :  PT. Infokom Elektrindo Tawarkan Kerjasama Pengembangan TIK di Natuna

Tentu saja, apa yang dilakukan para Seniman musik Riau dengan memanfaatkan ruang publik Simpang Mall SKA ini membawa pesan yang lebih luas lagi; bukan hanya hiburan belaka. Sebagaimana disampaikan oleh penggagas perhelatan, bahwa Begawai Musik II ini membawa pesan untuk Pemililahan Kepala Daerah (Pilkada) Damai. Inilah fungsi seni, membawa pesan untuk kemaslahatan umat. Sebagai mana diketahui, bahwa bulan Februari – Juni 2018, merupakan waktu kampanye Pilkada. Sebagai wujud cinta terhadap negeri ini, seniman musik Riau pun merasa terpanggil untuk menyuarakan Pilkada Damai. Sebab masing-masing kita memiliki tujuan yang sama, yaitu: Riau Sejahtera.

Aksi seniman musik Riau di Begawai Musik II (foto Bayu Amde Winata)

Selain mengusung Pilkada Damai, apa yang dilakukan seniman musik Riau dengan Begawai Musik II ini adalah sikap ‘mendenyutkan’ identitas negeri Riau ke tengah masyarakat. Para seniman tidak pernah berhenti ‘menyuarakan’ identitas negeri ini melalui karya-karya yang mereka hasilkan. Dan ruang publik menjadi bagian terpenting memperlihatkan kerja seniman Riau hari ini. Syabas untuk seniman musik Riau. Begawai Musik memang dahsyat.

Hang Kafrawi adalah Ketua Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Lancang Kuning, dan juga Ketua Teater Matan.