Senin, 28 Agustus, 2017 2:43 pm

Begini Kronologis Penangkapan 29 TKI Illegal oleh Tim WFQR Lantamal IV

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang kembali menangkap 29 Orang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang terdiri dari 28 orang laki-laki dan 1 orang perempuan di Sei Ladi, Senggarang, Minggu, (27/8 2017). Sementara 1 orang tekong dan 3 ABK yang sempat melarikan diri kembali tertangkap oleh Tim Intel Lantamal IV di Batu 8 Tanjungpinang sekitar pukul 02.00 WIB.

Menurut Komandan Lantamal IV, Laksma TNI R.Eko Suyatno, peristiwa berawal ketika pada Sabtu pukul 17.00 WIb tim Intel Lantamal IV memperoleh informasi terkait aktifitas pendaratan TKI illegal. Pada mulanya berada di Batam, tapi beralih ke perairan Senggarang, Tanjungpinang tepatnya di perairan Sungai Carang dan Sungai Ladi. Menggunakan speed boat yang sudah dimodifikasi dengan mesin berkecepatan tinggi para tekong gunakan sebagai sarana untuk mengangkut TKI Ilegal dengan harapan akan lolos dari pantauan TNI AL.

“Saat ini ada perubahan modus operandi yang dilakukan oleh para penyeludup TKI Ilegal, semula mereka menggunakan daerah Batam khususnya wilayah pesisir yang minim pengawasan aparat, namun saat ini mereka bergeser ke wilayah Tanjungpinang untuk mendaratkan TKI Ilegal dari luar negeri untuk menghindari petugas. Namun hal tersebut sudah kita antisipasi,” ujar Danlantamal IV.

Dijelaskan bahwa pada pukul 17.30 WIB, speed boat yang telah diincar tim intel tersebut keluar dari lokasi sandar di daerah Sei Jang. Kemudian Tim WFQR IV melaporkan informasi tersebut kepada Asintel Danlantamal IV dan diteruskan kepada Danlantamal IV.

Setelah diadakan pengintaian pada Sabtu 26 Agustus pukul 18.00 WIB, Asintel Danlantamal IV memerintahkan anggota WFQR Lantamal IV untuk melaksanakan penyekatan untuk mempersempit ruang gerak mereka. Dari informasi para pelaku disinyalir terkenal sangat licin dan sangat menguasai wilayah pesisir Tanjungpinang, apa lagi bergerak pada malam hari mereka sangat piawai.

Baca juga :  Ditemukan Mayat di Pinggir Jalan Batuaji

Diduga, komplotan ini diotaki pemain lama TKI sehingga anggota Tim WFQR IV di lapangan harus bergerak cepat, karena apa bila lengah sedikit para pelaku pasti lolos.

Aksi perburuan dibagi dalam dua tim yaitu tim darat dan tim laut. Tim laut menggunakan Patkamla Paku dan diperkuat Tim Intel WFQR IV. Sedangkan tim darat terdiri dari 4 orang personel intelijen. Sekitar pukul 21.00 WIB Tim WFQR IV sudah menempati di daerah penyekatan (tim darat berada di Sungai Ladi Senggarang dan Sungai Carang Senggarang dan Tim Laut berada di perairan Senggarang berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan pelaku kembali melarikan kearah laut).

Selanjutnya pada Sabtu dini hari pukul 01.00 WIB tim laut mendeteksi pergerakan speed boat yang menjadi target. Saat melintas di perairan Senggarang langsung melaksanakan pengejaran speed boat target. Sementara tim darat yang sudah bersiaga melihat gelagat mencurigakan sebuah bus yang diduga bekerja sama dengan sindikat TKI Ilegal akan mengangkut TKI diikuti pergerakan bus tersebut dan benar adanya.

Selang beberapa saat tim laut terus melaksanakan pengejaran target. Setelah tiba di perairan Sungai Ladi, tim melaksanakan penyergapan namun speed tersebut piawai dan kembali kabur setelah berhasil mendaratkan seluruh TKI. Kemudian tim laut terus melaksanakan pengejaran hingga di periaran Sei Jang.

Sementara tim darat WFQR IV berhasil mengamankan 29 orang TKI (28 orang pria dan 1 orang perempuan). Selain itu tekong yang berhasil kabur pada Minggu 27 Agustus pukul 02.00 WIB berhasil ditangkap di tempat persembunyianya di Batu 8 oleh tim intel Lantamal IV. Diamankan juga 1 unit bus sewaan dengan No Pol BP 7058 TU yang akan mengangkut TKI tersebut sebagai barang bukti.

Baca juga :  Dinas Penanaman Modal dan PTSP Terima Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi

Hanya berselang beberapa waktu speed boat yang sempat melarikan diri usai mendaratkan 29 TKI tersebut pada pukul 02.15 WIb ditemukan Tim WFQR Lantamal IV di sekitar perairan Sei Jang. Namun kondisi speed boat sudah kosong dan sudah dikandaskan, selanjutnya diamankan oleh Tim WFQR IV.

Sampai saat ini ke 29 orang TKI, 1 tekong dan 4 ABK telah diamankan di Mako Lantamal IV. Dari hasil pemeriksaan sementara para TKI berasal dari beberapa daerah seperti Lombok (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, Madura, Jambi, Lampung, Sulawesi dan Aceh. Barang bawaan TKI tidak luput dari pemeriksaan namun sampai saat ini tidak diketemuakan barang-barang terlarang seperti narkoba. Juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dan tes urine kepada para TKI dan ABK oleh Diskes Lantamal IV.

Dari pengakuan TKI, umumnya mereka masuk ke Malaysia melalui jalur tidak resmi lewat Batam/Tanjungbalai Karimun ke Malaysia Port Klang, Johor dan Kuala Lumpur. Mereka pada umumnya pekerja kasar di Malaysia masuk tanpa permit dan tidak ada yang melalui jalur resmi.

Usai melaksanakan koordinasi, Lantamal IV menyerahkan para TKI Ilegal kepada BP3TKI Tanjungpinang, Senin (28/8).(RK/Dispen)