Kamis, 10 Mei, 2018 2:56 pm

Begini Pantun Presiden Jokowi Pada Harlah NU di Pekanbaru

Provinsi Riau ini Melayu

Ramah Tamah Adat Budayanya

Semuanya juga tahu kiprahnya NU

Menjaga bangsa dan negara

Demikian bunyi pantun yang dibacakan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada peringatan hari lahir ke-92 Nahdlatul Ulama (NU). Acara tersebut dihelat di halaman Masjid Agung An-Nur, Pekanbaru, Riau, pada Rabu (9/5).

Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap kiprah NU yang selama 92 tahun telah menjadi penjaga Islam jalan tengah (wasatiyyat Islam).

Baca juga :  Ini Salah Satu Pemicu Pembangunan Natuna Lamban

“Wasatiyyat Islam yang selalu mengutamakan kebersamaan, mengutamakan kerukunan, mengutamakan persatuan. Islam yang rahmatan lil alamin,” ucap Presiden.

Salah satu bentuk apresiasi yang dilakukan pemerintah, kata Presiden, adalah dengan terbitnya Keputuaan Presiden No. 22 Tahun 2015. “Sejak saat itu, setiap tanggal 22 Oktober kita memperingati Hari Santri,” lanjutnya.

Presiden juga mengatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan umat.

“Oleh sebab itu pemerintah akan terus berupaya mengembangkan ekonomi umat dan memperkokoh karakter bangsa,” ujar Kepala Negara.

Baca juga :  3 Bom Meledak di Surabaya, Polisi Perketat Pengamanan Gereja di Riau

Sebagai penutup sambutannya, Presiden mengucapkan selamat hari lahir untuk Nahdlatul Ulama.
Presiden pun kembali membacakan sebuah pantun yang kemudian disambut riuh tepuk tangan semua yang hadir dalam acara tersebut.

Anak raja pergi berburu

Memanah rusa kena di kaki

Penghargaan saya kepada NU

Yang tiada henti mempertahankan NKRI.