Jumat, 4 Agustus, 2017 10:15 pm

Begini Upaya Disdik Kepri Menumbuhkan Kesadaran Siswa Terhadap Lingkungan

RiauKepri,com, BINTAN — Dinas Pendidikan Provinsi Kepri menyerahkan 8 unit mesin pencacah sampah organik kepada SMAN 1 Toapaya, Kabupaten Bintan, Jumat (04/08). Alat tersebut diharapkan bisa mengajarkan kepada siswa cara pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. Juga agar siswa peduli terhadap kebersihan di lingkungan sekolah.

Selain memberikan mesin pencacah yang dianggarkan pada 2017 ini, Dinas Pendidikan Kepri juga membekali sekolah penerima dengan materi sekaligus pelatihan.

“SMAN 1 Toapaya merupakan sekolah Adiwiyata yang berprestasi di tingkat nasional sehingga sekolah ini bisa menjadi percontohan bagi sekolah lainnya yang berada di wilayah Provinsi Kepri,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir.

Ke 8 mesin pencacah sampah itu, selain kepada SMAN 1 Toapaya, juga akan diterima sekolah lainnya dibawah binaan SMAN 1 Toapaya, baik SMP maupun SMA. Dengan mesin pencacah, sampah lebih mudah dihancurkan. Kemudian difermentasikan untuk dijadikan kompos.

Kompos yang dihasilkan, selain bisa dipakai sendiri untuk penghijauan lingkungan sekolah, juga bisa dijual untuk masyarakat sekitar. Artinya sampah yang selama ini hanya dikumpulkan, sekarang sudah dapat memberikan manfaat baik secara ekonomi maupun lingkungan.

Baca juga :  Ini Komitmen Siak, 2017 Sudah Berdiri 479 Lembaga PAUD

“Program ini sangat bagus dan tepat untuk mengajarkan siswa mencintai lingkungan sekaligus mengolah sampah menjadi kompos sehingga bisa dijual dan menghasilkan income bagi sekolah. Kami, Dinas Pendidikan Kepri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Anggota DPRD Kepri, Ibu Dewi Kumalasari dari Komisi IV. Karena atas dedikasi dan dorongannya dalam memajukan program Adiwiyata di SMAN 1 Toapaya, maka bisa terwujudnya kegiatan ini,” kata Arifin.

Menurut PPTK Kegiatan Pembinaan Sekolah Adiwiyata Mandiri Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Tahun 2017, Irwan Panggabean ST. MH, merupakan kebanggaan tersendiri dimana SMAN 1 Toapaya bisa mengharumkan nama Kepri di kancah nasional dalam bidang Adiwiyata. Ini dapat dijadikan rangsangan sekaligus motivasi dan spirit bagi sekolah lainnya untuk bisa bersaing berlomba-lomba menjaga lingkungannya.

Baca juga :  Selain Seragam Sekolah, Pemkab Bintan Juga Sediakan Tranportasi Sekolah Gratis

Program Adiwiyata adalah salah satu program dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan keasadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dengan program ini diharapkan setiap warga sekolah terlibat dalam kegiatan menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan negatif.

“Sesuai amanat dari Kadis Pendidikan Provinsi Kepri, mesin serupa akan ditambah untuk diberikan kepada lebih banyak sekolah agar kesadaran cinta lingkungan semakin tumbuh sejak dini,” ungkap Irwan yang juga Kepala Seksi Sarpras SMA Dinas Pendidikan Kepri.

Seremoni pemberian bantuan mesin pencacah sampah yang dilaksanakan di aula SMAN 1 Toapaya itu dihadiri oleh para siswa, sekolah yang menjadi binaan SMAN 1 Toapaya, Korwas Provinsi Kepri, Korwas Kabupaten, Pengawas Sekolah Provinsi Kepri, Dinas LH dan Kehutanan Bintan, Kadis Pendidikan Bintan, Asisten Setda Bintan dan pejabat Disdik Kepri.(RK/IWP)