Jumat, 20 Oktober, 2017 6:37 pm

Bentrok dengan Pendemo, Kapolresta Pekanbaru Bersimbah Darah, Ini Videonya.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Aksi demo sejumlah mahasiswa di gedung DPRD Riau, Jumat (20/10/2017) sore diwarnai aksi bakar ban dan bentrok dengan aparat keamanan. Akibat kejadian itu, sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka begitu juga Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto.

Aksi di bawah terik matahari yang menyengat ini, menuntut Presiden Jokowi mundur, dan sejak awal aksi sudah terasa hawa akan terjadi bentrokan lantaran antara mahasiswa dan aparat keamanan terlihat saling dorong di gerbang gedung DPRD Riau.

Bentrok meledak menyusul ratusan mahasiswa tidak diizinkan masuk untuk melaksanakan ibadah Salat Ashar di masjid yang ada dalam lingkungan DPRD Riau, namun pedemo tetap memaksa masuk.

Baca juga :  Penguatan Perbatasan Bukan Wacana Belaka

Hal ini semakin diperparah karena perwakilan dewan yang mendatangi massa mengaku tidak punya wewenang untuk mengizinkan ratusan mahasiswa masuk. Mahasiswa pun melakukan aksi dengan mendobrak pagar besi.

Setelah cukup lama aksi dorong-dorongan terjadi, ratusan mahasiswa pun berhasil masuk beberapa meter ke dalam. Saat itu lah aparat gabungan dari kepolisian dan Satpol PP yang sudah membuat pagar betis berupaya menahan, sehingga terjadi bentrokan antara keduanya.

Beberapa mahasiswa tampak terluka di kepala, termasuk polisi. Bahkan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto, yang berdiri di depan aparat Sabhara turut jadi korban. Kepalanya mengucurkan darah segar, akibat terkena sesuatu benda dan langsung dievakuasi ke mobil ambulance dan diberi penanganan medis.

Baca juga :  Kapal di Selatpanjang Meledak, Tiga Korban

Meskipun sudah mendapatkan penangan medis namun Susanto mengalami pusing hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Mengetahui Kapolreta terluka, perwakilan mahasiswa yang mengetahui hal itu mendatangi Susanto.

Dilaporkan, saat kejadian itu, Kapolresta berada di depan untuk menetralisir aparat Sabhara agar tidak melakukan aksi apapun. Namun bentrok tetap tak dapat dihindari, pihak mahasiswa juga ada yang terluka di kepala.

Menjelang magrib, aksi sudah reda namun mahasiswa tetap bertahan. Sementara personil dari Brimobda Polda Riau tampak diturunkan dengan bekal tameng dan alat pelindung diri. (hidayat/grc)