Senin, 7 Agustus, 2017 11:27 pm

Berada di Urutan 128 dari 190 Negara, Dewan Pers Gelar Survei di Kepri

Dewan Pers menggelar FGD (Focus Group Discussion) Indeks Kemerdekaan Pers di Provinsi Kepri, Senin (07/08) di Hotel CK Tanjungpinang. Bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIPO) Raja Haji, kegiatan ini menghadirkan sejumlah informan ahli. Mereka diantaranya adalah Den Yealta, Ridarman Bay, Hartam dari Kejaksaan, Rumbadi Dalle, Wakil Dekan Hukum Unrika Batam, serta Sekretaris PWI Kepri, Saibansah Dardani.

“Sebelumnya, yang menjadi informan ahli hanya dari Jakarta, tapi sejak 2 tahun ini, Kepri masuk,” ujar Chelsia dari Komisi Hukum Dewan Pers.

Baca juga :  Pekan Olahraga Tingkat Desa Begini Ada Di Bintan

Bersama Chelsia, hadir pula Winarto yang sehari-hari bertugas di Komisi Penelitian Dewan Pers. Sedangkan dari Stisipol Raja Haji hadir Zamzami A Karim sebagai koordinator kegiatan tersebut.

Chelsia mengatakan, berdasar riset dan ranking yang dilakukan oleh lembaga riset jurnalistik Sanfrontie di Perancis dan Freedom House di Amerika, posisi Indonesia pada tahun 2017 ini ditempatkan di urutan 128 dari 190 negara di dunia.

“Inilah beberapa hal yang menjadi alasan, kenapa dewan pers melakukan survey indeks kemerdekaan pers,” ujar Chelse.

Baca juga :  Program Seragam Sekolah Gratis Terasa Manfaatnya, Bupati Apri Janji Terus Lanjutkan

Yang menyedihkan, posisi Indonesia berada di bawah negara yang baru merdeka, yaitu Timor Leste. Alasan ranking inilah, tambah Chelsia, perlu ada survey kemerdekaan pers di dalam negara kita.

Diantara komponen yang dianggap penting oleh Sanfrontie dan Freedom House adalah kekerasan wartawan dan runtutannya pada sistem peradilan yang berlangsung, liputan yang seharusnya mengikuti kode etik jurnalistik, serta independen wartawan dalam bekerja.(RK/SBS)