Minggu, 27 Agustus, 2017 11:00 pm

BI Menjelaskan Soal Ribuan ATM Bank Offline Selama 2 Hari

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — “Mungkin gangguan,” ujar Rosnadi, Sabtu pagi (26/8) ketika hendak melakukan transaksi via ATM di sebuah pusat perbelanjaan di Tanjungpinang. Dia coba lagi beberapa menit kemudian, tetap saja tak bisa melakukan apapun. Monitor di mesin ATM lagi-lagi menampilkan permintaan maaf. Begitu seterusnya ketika dia lagi dan lagi sampai akhirnya memutuskan tidak bertransaksi lewat ATM.

 

Sama halnya dengan Fakhri. Berkali-kali ia memasukkan kartu ATM-nya ke mesin, tetap tidak bisa melakukan transaksi. “Saya tidak tau apakah gangguan atau ada masalah di mesin. Ada tiga orang lainnya sebelum saya juga mengeluhkan hal yang sama,” ujarnya.

 

Ya, memang benar. Sudah dua hari terakhir, ATM bank tidak beroperasi alias offline akibat gangguan satelit milik Telkom. Jumlah ATM yang offline bahkan mencapai angka ribuan.

Baca juga :  UMK Siak 2018 Naik Menjadi Rp 2,6 Juta Lebih

 

“Sehubungan dengan adanya permasalahan layanan pada beberapa ATM bank yang terjadi sejak Jumat (25/8) sore akibat gangguan (anomali) pada satelit Telkom-1, bank-bank tersebut Bersama Telkom sedang melakukan upaya pemulihan dengan mengalihkan koneksi dari satelit yang terganggu ke satelit Telkom 3S ataupun satelit lainnya,” kata Agusman, Direktur Eksekutif, Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) dalam siaran pers, Minggu (27/8/2017).

 

Misalnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, ATM yang offline mencapai 2.000 ATM. Walaupun sudah berkurang, seiring dengan langkah pengalihan jaringan. Selanjutnya ATM PT BNI (Persero) Tbk dengan 1500 unit offline. Begitu juga dengan yang dialami oleh PT Bank BRI Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk serta perbankan lainnya.

Baca juga :  Pemkab Bintan Terus Gesa Perkembangan BUMD

 

Agusman menyatakan pihaknya sebagai otoritas Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah mendukung perbankan dalam melayani transfer dana masyarakat dengan memastikan bahwa sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) berjalan dengan normal.

 

“Untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai di masyarakat, Bank Indonesia mendukung ketersediaan uang tunai di Perbankan,” jelasnya.

 

“Bank Indonesia terus memantau perkembangan pemulihan gangguan, dan terus berkoordinasi dengan perbankan dan lembaga-lembaga terkait,” tutupnya. (RK/dtc)