Rabu, 16 Agustus, 2017 8:39 am

Bupati Karimun Kukuhkan Anggota Paskibra 17 Agustus di Gedung Nasional

Bupati Karimun Aunur dan Wakil Bupati Karimun berfoto bersama anggota Paskibra
RiauKepri.com, KARIMUN — Bupati Karimun Aunur Rafiq mengukuhkan pasukan pengibar bendera (Paskibra) yang akan bertugas mengibarkan bendera pada hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2017 di Coastal Area Tanjungbalai Karimun.

Pasukan pengibar bendera ini dikukuhkan melalui suatu upacara resmi yang digelar di gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Selasa,(15/8/2017) malam.

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim serta FKPD Kabupaten Karimun menuju ke gedung Nasional dan selanjutnya Bupati Karimun Aunur Rafiq menuju ke tempat acara.

Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, prosesi pengukuhan pasukan pengibar bendera HUT RI ke 72 dimulai.

Baca juga :  Ikuti Perkembangan Demo Bela RAPP, Ini Kata Menteri KLH

Aunur Rafiq, membacakan sumpah janji ikrar dan diikuti seluruh anggota paskibra dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu gugur pahlawanku dan diteruskn penandatanganan naskah ikrar Anggota Paskibra.

Bupati Karimun dalam sambutannya mengucapkan tahniah dan tentunya anggota Paskibra ini sudah melalui perjalanan yang cukup lama dengan mengikuti seleksi dan tersaring jumlah 30 yang akan menjadi pasukan pengibar bendera.

Aunur Rafiq menegaskan apa yang telah diucapkan tadi dapat diserap dihayati dan diimplementasikan sehingga purna nanti.

Dijelaskannya, Menjadi orang pilihan yang mengibarkan bendera merah putih pada 17 Agustus nanti merupakan suatu kebanggaan dan harus mampu dilakukan dengan baik.

Baca juga :  RAPP dan KLH, Siapa yang Betul Agaknya?

Aunur Rafiq berharap agar yang terpilih sebagai pengibar bendera dapat melaksanakan tugasnya dan mereka kita doakan mereka dapat melaksanakan dengan baik.

“Saya berharap anak-anak kita ini menjadi generasi penerus yang baik dan karakter yang cinta dan menjadi garda terdepan dalam membela NKRI.” Ujar Aunur Rafiq.

Prosesi pengukuhan paskibra yang berjalan lebih kurang satu jam ditutup dengan pembacaan do’a dan selanjutnya berfoto bersama. (FRE)