Kamis, 31 Agustus, 2017 10:42 pm

Bupati Meranti Dorong Masyarakat Sadar Zakat

RiauKepri.com, MERANTI — Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si meresmikan 5 rumah layak huni hasil bedah rumah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepulauan Meranti. Kegiatan yang dikemas dengan acara silahturahmi bersama masyarakat itu, dipusatkan di masjid Darul Mutaqin, Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, Kamis (31/8).

Pada kesempatan itu bupati secara simbolis menyerahkan Zakat Konsumtif UPZ Baznas Rangsang Barat kepada 96 penerima di 12 desa. Dilanjutkan dengan mengunjungi satu-persatu rumah keluarga kurang mampu penerima bantuan bedah rumah layak huni Baznas Kepulauan Meranti.

Rumah pertama yang dikunjungi adalah rumah keluarga Ramli di Desa Sungai Cina Kecamatan Rangsang Barat. Saat dikunjungi, lelaki paruh baya yang berprofesi sebagai tukang ojek itu sangat terharu karena berkat bantuan itu dirinya sudah dapat tinggal di rumah yang layak, tidak beratap daun lagi dan tidak bocor.

“Berkat bantuan ini benar-benar kami rasakan manfaatnya. Sejak ada Baznas bantuan yang diberikan tepat pada sasarannya,” ungkap Ramli.

Rasa haru yang sama juga dirasakan oleh Aminah warga Desa Melai. Di kediamannya yang sudah layak itu dirinya tak kuasa menahan tangis saat melihat Bupati Irwan dan rombongan mengunjunginya. Kehadiran bupati diakui Aminah memang sudah sangat dinanti-nanti oleh keluarganya yang ingin mengucapkan terima langsung.

“Saya ingin menyampaikan salam almarhum ibu kami yang tak sempat bertemu Pak Bupati, kami sangat berterima kasih sekali atas bantuan ini,” ujar Aminah seraya menyeka air mata.

Baca juga :  Gajah Pembunuh Tukiyah Berjenis Jantan, Berusia 10 Tahun

Bupati Irwan selaku pembina Baznas Meranti selalu mendorong Baznas untuk berinovasi dalam membantu masyarakat miskin. Mulai dari pengadaan ambulance laut dan darat, rujukan berobat bagi masyarakat kurang mampu hingga bedah rumah layak huni.

“Kami terus mendorong Baznas bagaimana masyarakat yang memerlukan bantuan bisa dibantu seluruhnya sehingga angka kemiskinan di Meranti bisa turun secara signifikan. Kedepan bukan saja dapat membantu orang susah menjadi tidak susah tetapi bisa memakmurkan,” ujar Bupati.

Selanjutnya bupati dan rombongan juga mengunjungi rumah keluarga Saleh di Desa Melai, rumah keluarga Usman Desa Segomeng, dan rumah Azwar di Desa Sialang Pasung yang keseharian bekerja sebagai buruh lepas.

Dari 5 rumah keluarga miskin yang mendapat bantuan bedah rumah tersebut, Baznas Meranti melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Rangsang Barat, mengeluarkan dana mulai dari RP15 juta untuk rehab ringan sampai Rp22 juta untuk rehab hampir 100 persen.

Dengan besarnya manfaat zakat melalui Baznas yang dirasakan oleh masyarakat miskin itu, bupati Irwan mendorong masyarakat khususnya umat Islam untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk Zakat.

“Zakat merupakan satu kewajiban bagi umat Islam untuk mempertanggungjawabkan hartanya. Oleh karena itu harusnya tidak perlu disuruh, salah satu yang ditanya di akhirat nanti adalah dari mana kita peroleh harta dan untuk apa dipergunakan, jadi mari kita tingkatkan kesadaran membayar Zakat,” ajak bupati.

Baca juga :  Rektor Unilak Buka Workshop Master of Ceremony

Zakat, lanjut Irwan, tidak akan membuat miskin bahkan akan melipatgandakan harta. Jika kesadaran masyarakat membayar zakat sudah baik, ia meyakini kemiskinan di Meranti dapat ditekan. Zakat memiliki peran yang luar biasa, disamping ibadah juga merupakan sistem ekonomi syariah yang mampu mengentaskan kemiskinan umat. Baznas selaku pihak yang diberi amanah oleh negara dalam mengumpulkan zakat dan mengelolanya dalam rangka membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Kabupaten Meranti menurut bupati merupakan kabupaten termuda dan termiskin di Riau. Hal itu terjadi akibat sulitnya mendistribusikan seluruh kebutuhan masyarakat yang menyebabkan harga kebutuhan pokok relatif mahal. Kondisi itu semakin diperburuk oleh pendapatan masyarakat yang sangat terbatas.

“Jadi jika semua masyarakat mampu mau berzakat tentunya dapat memakmurkan masyarakat miskin yang jumlahnya sangat banyak. Jika dari 248 ribu jiwa masyarakat Meranti, setengahnya saja berpenghasilan Rp1 juta perbulan menyisihkan hartanya 2,5 persen atau Rp25 ribu untuk ber zakat, maka dana yang terkumpul perbulan mencapai miliaran rupiah,” katanya.(RK/Hms)