Rabu, 21 Februari, 2018 1:06 pm

“Bupati Siak Ya? Ya, Ini Pak Syamsuar,”

RiauKepri.com, INHIL- Saat Calon Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSI, melakukan blusukan di Pasar Terapung, Tembilahan Indragiri Hilir (Inhil), dia menjadi perhatian para pedagang dan warga yang berbelanja.

Banyak warga yang mengenali Syamsuar sebagai Bupati Siak, hal ini karena bekas Kerajaan Islam Melayu itu bersih, pembangunannya yang dipandang luar biasa.

“Bupati Siak ya,” tanya Suryadi putra asli kelahiran Tembilahan bertemu Syamsuar di Pasar Terapung, Rabu (21/2/2018) pagi.

Syamsuar langsung saja menjawab, “Ya, saya Pak Syamsuar.”

Suksesnya pembangunan di Siak itu, kata Suryadi, gaungnya sampai ke Tembilahan ini. Karenya dia ingin Pak Syamsuar juga membangun Tembilahan dengan tata kota yang bagus seperti di Siak.

Suryadi menyebutkan, blusukan Bupati Siak ke Pasar Terapung, ini memang sudah lama dinanti masyarakat.

“Kita sama-sama melihat, blusukan Pak Syamsuar ke pasar saja dia didampingi banyak tokoh masyarakat di Tembilahan dengan berbagai suku. Jika para tokoh saja sudah memberikan dukungan kepada beliau, kami masyarakat biasa ini tentu akan mengikuti jejak para tokoh,” ujar Suryadi yang sempat bekerja cukup lama di Jakarta dan kembali ke Tembilahan.

Baca juga :  Bawaslu Riau Hentikan Dugaan Pelanggaran Rudyanto dan Alfedri

Sementara itu, Syamsuar Cagubri kelahiran Jumrah, Rohil ini berkeliling menyapa, menyalami satu persatu para pedagang di pasar Terapung serta mendengar apa yang menjadi keluhan mereka selama ini.

Cagub Riau yang berpasangan dengan Edy Nasution tidak merasa jijik atau takut kotor ketika blusukan tepat di pasar ikan. Tidak ada perbedaan sikap padanya ketika menjabat Bupati Siak ataupun Calon Gubernur Riau yang diusung partai PAN, PKS dan NasDem.

Para pedagang ternyata sejak tahun 2013 sudah mendambakan renovasi gedung Pasar Terapung yang banyak kerusakan pada bangunan dan membahayakan masyarakat ataupun pedagang.

Baca juga :  Diduga tak Netral, Pj Bupati Inhil Dipanggil Bawaslu
Syamsuar berfoto bersama penarik becak.

“Dulu 2014 sudah pernah dianggarkan melalui APBD Provinsi Riau untuk renovasi bangunan pasar ini. Katanya angkanya sampai Rp 42 miliar, tetapi tidak tahu apa masalahnya, realisasinya tidak ada hingga kini. Wajar kami pedagang ini kecewa dengan Gubernur kala itu,” kata Yanto.

Selain itu juga, Yanto berharap, pembangunan gedung baru di Pasar Central Tembilahan ini akan menjadi program prioritas Pak Syamsuar untuk para pedagang yang kini masih berjualan di kaki lima.

“Berapa kali kami ini akan digusur, ditertibkan instansi terkait. Hanya itu kami minta, gedung pasar baru agar kami-kami ini tidak di gusur. Di sinilah kami mencari nafkah,” ungkapnya lagi dan berjanji akan mengajak pedagang dari suku Bugis, Banjar, Jawa, dan lain-lainnya untuk memilih Calon Gubernur Riau nomor 1. (RK1/*)