Senin, 16 April, 2018 7:13 pm

Cabuli 9 Bocah, Pria Tua Ini Ditangkap

RiauKepri.com, KUANSING – Seorang pria berusia 57, tahun di sebuah desa Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantansingingi ditangkap polisi atas tuduhan pencabulan.

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu disebut telah mencabuli sembilan bocah sekolah dasar dengan paksaan dan mengancam.

Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto mengatakan pelalu sudah ditangkap karena perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Perbuatan itu dilakukan pelaku pada Maret lalu dan baru terungkap.

“Korban ada 9 orang, tapi baru empat orang yang melaporkan kejadian Polsek Kuantan Tengah karena orang tua korban lainnya masih berada di kebun,” ujar Fibri, Senin (16/4).

Aksi cabul itu dilakukan pelaku terhadap para korban di rumahnya. Selama ini para korban tidak berani mengadu ke orang tua masing-masing karena takut ancaman pelaku.

Baca juga :  Tingkatkan Kemampuan Pustakawan, FIB Unilak Taja Pelatihan

Akhirnya, ada warga yang mengetahui kejadian tersebut lalu menceritakan kepada salah satu orang tua korban. Pada Sabtu (14/4) sekitar pukul 14.00 Wib, tetangga salah satu korban, inisial D, memberi tahu kepada ibu korban, bahwa anaknya dicabuli pelaku M.

“Selanjutnya pelapor menanyakan kepada anaknya, apa yang telah dilakukan pelaku. Korban akhirnya menceritakan pada Maret lalu diajak pelaku ke rumahnya. Lalu pelaku mencabuli korban dengan paksaan dan ancaman,” kata Fibri.

Mendengar pengakuan tersebut, ibu korban pun emosi bercampur sedih. Atas kejadian tersebut, ibu korban tidak merasa senang dan melaporkan pelaku ke Polsek Kuantan Tengah agar ditangkap.

Baca juga :  Lintas Etnis di Dumai Deklarasi Siap Menangkan Syamsuar-Edy Nasution

“Setelah menerima laporan orang tua korban, petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan,” imbuh Fibri.

Tak sampai di situ, polisi juga mencari tahu korban yang lain dan mendapatkan informasi ada 9 korban lain. Namun, baru 4 korban yang melaporkan kejadian itu setelah korban pertama melapor.

“Seiring penanganan kasus terhadap pelaku, petugas juga menyelidiki korban lainnya. Pelaku dijerat Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, ancamannya hukuman penjara 15 tahun,” pungkas Fibri. (RK5)