Sabtu, 29 Juli, 2017 8:31 am

Cegah Bahaya Teroris, Ini Ajakan Rudi Terhadap Warga Batam

Tamu terhormat dalam acara pengukuhan Ikatan Keluarga Besar Jambi (IKBJ) menerima plakat dari pengurus paguyuban tersebut.

RiauKepri.com, BATAM — Dalam menghadap bahaya teroris, Walikota Batam H Muhammad Rudi mengharapkan warga Batam dapat berperan semacam intel, kemudian melaporkan temuan yang mencurigakan kepadanya, baik langsung maupun melalui SMS. Laporan ini segera diteruskan ke pihak yang berwajib.

Rudi kembali menghimbau hal itu di hadapan ratusan warga Batam asal Jambi dalam acara pengukuhan Ikatan Keluarga Besar Jambi (IKBJ) Kota Batam, Sabtu (29/07/2017), di Hotel Golden View, Bengkong – Batam. Hadir dalam acara ini antara lain Gubernur Kepri Dr H Nurdin Basirun, Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar, dan Ketua LAM Batam Drs H Nyat Kadir, yang juga anggota DPR.

Menghadapi bahaya teroris, kata Rudi, harus menjadi keinginan bersama untuk mengatasinya. “Kami (pemerintah) tidak punya duit yang cukup untuk menempatkan intel di berbagai tempat, sehingga sangat diharapkan peran warga untuk memberi laporan terhadap hal mencurigakan yang terjadi di sekitar tempat tinggal masing-masing,” ujarnya.

Baca juga :  Reses dengan Mubaligh, Nyat Kadir “Panen” Aspirasi

Laporan bisa dilakukan melalui SMS langsung ke nomor HP Walikota Batam itu dan dijamin kerahasiaan identitas serta keselamatan si pelapor. Rudi kemudian membeberkan nomor ponselnya, yakni 081170071, yang disebut sampai tiga kali kendati di antaranya mengakui sudah tahu.

Pihak kepolisian, kata Rudi, memang menitipkan pesan kepadanya untuk mengajak masyarakat senantiasa waspada terhadap bahaya teroris di Batam. Beruntunglah bahwa beberapa kasus berhasil dicegah sebelum teroris sempat beraksi, berkat kesigapan aprat keamanan dan kerja sama semua unsur, termasuk masyarakat.

Baca juga :  Nurdin Ingin Salat Subuh Berjamaah Jadi Tradisi Orang Batam

“Percayalah, sekali bom meledak di Batam oleh aksi teroris, maka setahun takkan mampu memulihkan kepercayaan orang asing terhadap jaminan keamanannya. Lalu, bagaimana Batam hendak kita kembangan sebagai daerah pariwisata?” ujar Muhammad Rudi.

Pemko Batam berazam, pariwisata harus dapat menjadi sektor andalan dalam upaya untuk memulihkan dan bahkan meningkatkan perekonomian setelah sektor industri melemah. Makanya, Batam gencar dipercantik, antara lain dengan mepelebarkan jalan.

Semua itu tentu saja tak cukup dengan mempercantik atau memperindahkan Batam. Semuanya akan sia-sia jika orang-orang yang mau mengunjungi Batam merasa keamanannya tidak terjamin. “Yuk sama-sama kita membantu polisi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing,” ujar Rudi. (RK-4)