Rabu, 6 September, 2017 4:21 pm

Dana tak Terduka Kebakaran Pelalawan “Penjarakan” Dua Tersangka

RiauKepri.com, PEKANBARU–
Asi dan Ksm ditahan Kejaksaan Tinggi Riau. Pasalnya, mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait Dana Tak Terduga (DTT) bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Pelalawan. Kedua tersangka dipenjara Rabu (6/9/2017).

Sebelumnya, tersangka pertama yakni inisial Lmn, mantan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), juga diamankan. Malam Lmn selaku anak buah Bupati Pelalawan, HM Harris, yang ditahan aehari sebelumnya, telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan.

“Para tersangka ditahan ke Rutan Sialang Bungkuk atas dugaan kasus Korupsi bantuan tak terduga di Pemkab Pelalawan,” ungkap Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta.

Baca juga :  Tersebab 9 Rumah Biliar, Zulkarnaen Kembali Pimpin POBSI

Sebelum ditahan, Asi dan Ksm terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Ksm merupakan pihak swasta pengurus Persatuan Golf Pelalawan. Dia diduga menerima Rp 125 juta untuk biaya turnament golf.

“Dana itu seharusnya untuk bantuan tak terduga bencana, bukan untuk kegiatan golf,” kata Sugeng.

Sedangkan tersangka Asi selaku Kepala Seksi, staf dari tersangka Lmn yang ikut berkompromi menggelapkan uang negara tersebut, diduga untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain.

Untuk tersangka Asi diduga menerima Rp90 juta, sebagian uang negara digunakan untuk membeli tiga unit kamera. Menurut Sugeng, kamera tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

Baca juga :  Lantik Kades, Bupati Wardan Minta Hilangkan Perseteruan Politik

“Dua kameranya sudah kita sita, satu kamera lainnya masih di tangan pihak yang tidak berhak. Semua pertanggung jawabannya fiktif,” jelas Sugeng.

Perhitungan penyidik Pidana Khusus Kejati Riau, negara mengalami kerugian Rp 2,4 miliar, dari total anggaran sekitar Rp 9 miliar.

Selama proses penyelidikan hingga penyidikan, jaksa sudah memeriksa lebih dari 70 orang saksi. “Kita juga menyita dokumen, aset serta uang tunai,” kata Sugeng. (hidayat)