Selasa, 8 Agustus, 2017 1:39 pm

Dandim 0315/Bintan: Selalu Waspadai Jaringan Narkoba di Lingkungan Sekitar

Letkol Inf Ari Suseno, S.sos

RiauKepri.com, BINTAN — Dandim 0135/Bintan, Letkol Inf Ari Suseno, S.sos berharap agar Polres Tanjungpinang segera menindaklanjuti kasus kepemilikan senjata api oleh warga sipil yang ditangkap Intel Kodim Jumat pekan lalu.

“Ya harapannya agar setelah dilimpahkan ke Polres saya yakin pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti hasil temuan tersebut,” ujarnya Selasa (08/08).
Ari meminta agar semua pihak waspada terhadap adanya jaringan narkoba di lingkungan sekitar.
“Dengan adanya temuan senjata pada saat penggerebekan ini seharusnya semakin meningkatkan kewaspadaan kita . Dan harus selalu waspada bahwa kemungkinan besar jaringan narkoba yang ada sudah merambah keluarga terdekat kita,” tegasnya.
Sebelumnya, seorang terduga bandar narkoba jenis sabu berinisial MH dan tiga rekannya berinisial NP, RJ dan IC digerebek Intel Kodim 0315/Bintan, di Rawa sari Km 5 Kota Tanjungpinang. Awalnya Kodim 0315/Bintan melakukan penyelidikan dan mendapatkan hasil 4 orang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan yang dicurigai sebagai bandar narkoba.
“Pelaku sudah kami intai sejak lama dan baru tertangkap setelah adanya info menguatkan dari masyarakat,” ucap Ari Suseno.
Barang bukti yang diamankan saat itu yakni 2 unit jam tangan Expedition dan Bonia, 1 unit timbangan digital, 1 bungkus kantong plastik kecil, 1 buah zippo, 1 kantong besar dan 11 kantong kecil sabu-sabu palsu, 1 bungkus ineks bubuk (asli). Lalu sebanyak 8,95 gram diduga sabu–sabu, 1 buah bong siap isap, 1 buah kantong plastik besar, 1 buah tas besar tempat sabu dan kantong plastik, 5 buah tas kacamata, 2 buah dompet, 1 buah ikat pinggang PDH TNI, 6 lembar poto, 3 buah remi, 19 handphone dengan berbagai merek, 1 buah pisau dan pedang, 1 buah pistol air soft gun, 1 buah pistol asli merek FS 9607.
Setelah semua barang bukti diserahkan ke polisi, terungkap bahwa barang yang diduga sabu tersebut tidak mengandung amphetamine dan methamphetamine. Ternyata itu adalah tawas dan pil ekstasi tidak asli, melainkan pil antimo.
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan, barang bukti diserahkan Kodim 0315/Bintan pada Jumat 4 Agustus 2017 bersama empat orang yang diamankan dalam penggerebekan langsung diperiksa oleh anggota satnarkoba Polres Tanjungpinang.
“Barang bukti ditimbang di Kantor Cabang Pengadaian Tanjungpinang, disaksikan anggota Kodim 0315/Bintan dan empat orang diduga tersangka. Total berat kotornya seberat 86,32 gram dan berat bersih 75,64 gram. Dan dibantu pihak Bea dan Cukai Tipe B Tanjungpinang dengan alat Narcotics Identification System atau NIS,” kata Kapolres, Sabtu (05/08).
Dari empat orang diduga tersangka, hanya satu yang negatif narkoba. Sementara terkait kepemilikan senjata api dan dugaan sebagai bandar narkoba, kepolisian akan terus melakukan pendalaman.(RK/OP)
Baca juga :  Apri Sujadi: Hidup Sehat Harus Dimulai Dari Hal Kecil dan Diri Sendiri