Selasa, 25 Juli, 2017 7:59 am

Demo Anarkis Depan Lantamal Tanjungpinang, Begini Mengatasinya

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Aksi unjuk rasa di depan Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Selasa (25/07/2017), berujung ricuh. Aparat terpaksa melumpuhkan sejumlah pendemo yang berbuat anarkis.
Demo dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang menamakan dirinya Himpunan Nelayan Tradisional Kepri. Mereka datang dari berbagai pesisir Kota Tanjungpinang.
Awalnya masyarakat berdemontrasi secara damai dengan menggelar berbagai kecaman dan tuntutan. Di antara tunutan tersebut minta agar beberapa nelayan tradisional yang terlibat penangkapan ikan dengan bahan peledak yang ditahan pihak Lantamal IV dilepaskan.
Awalnya demonstran hanya puluhan, yang memulaikan aksinya di depan penjagaan Mako Lantamal IV sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka sempat diterima masuk oleh salah satu perwira jaga untuk berdialog.
Belum diperoleh informasi apa isi dialog tersebut, namun pengunjuk rasa semakin anarkis sehingga merusak beberapa tanaman yang berada di depan penjagaan.
Situasi semakin panas dengan tibanya beberapa bus pengangkut nelayan yang berada di pesisir pantai. Mereka turut serta bergabung bersama pengunjuk rasa yang sudah bentrok dengan beberapa aparat TNI AL.
Beberapa prajurit TNI AL Lantamal IV sempat terpancing dengan ulah pendemo yang memecahkan pot bunga yang berjejer di depan penjagaan. Selain itu beberapa rambu-rambu lalulintas sempat dirobohkan pendemo.
Tidak hanya sampai di situ. Bahkan situasi berubah menjadi semakin tidak terkendali dan anarkis, setelah pendemo mendapat informasi yang beredar di Medsos (hoax) bahwa rekan mereka yang ditahan mengalami kekerasan fisik.
Massa pun tidak mengindahkan himbauan aparat lewat pengeras suara, bahkan kian brutal melempar aparat dengan batu. Pot bunga yang tertata rapi di depan penjagaan tidak luput dari pelampiasan emosi para pendemo dengan cara menggulingkannya. Bahkan sebagian besar pecah.
Berbagai upaya sudah dilakukan namun menemui jalan buntu. Pendemo terus melakukukan aksi brutal, dan seorang prajurit TNI AL yang bernama Kelasi Kepala Iwan Heriawan disandera pendemo. HP, dompet, dan tas yang berisi dokumen diambil pendemo. Sepeda motornya dirusak.
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali perwira jaga melaporkan kepada Dandenma Lantamal IV Letkol Laut (P) Rahmat Arif. Melalui Pasop Denma ia memerintahkan untuk menurunkan Kompi PHH Lantamal IV untuk penindakan serta dibantu 2 ekor Anjing Pelacak K-9 dari Pomal Lantamal IV.
Pendemo pun berhasil dipukul mundur oleh Kompi PHH Lantamal IV, bahkan beberapa di antaranya lari ke area pemakaman. Selain itu beberapa pendemo yang berusaha menerobos barikade Kompi PHH ditangkap dan didapatkan membawa senjata tajam jenis badik.
Setidaknya dua orang pendemo dilaporkan terkena peluru karet. Korban langsung dibawa ke RS AL Midiato Suratani dengan menggunakan ambulance Dinas Kesehatan Lantamal IV.
Hop! Kejadian di atas tadi merupakan bagian dari skenario latihan yang digelar Lantamal IV Tanjungpinang dalam uji terampil Glagaspur Kolatarmabar 2017 P-1 dan P-2 di Mako Lantamal IV Tanjungpinang.
Upaya itu dilakukan untuk mengetahui dan menilai kesiapan Pangkalan dalam menghadapi permasalahan yang berhubungan dengan tugas pokok Pangkalan. (MSA)
RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Aksi unjuk rasa di depan Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Selasa (25/07/2017), berujung ricuh. Aparat terpaksa melumpuhkan sejumlah pendemo yang berbuat anarkis.
Demo dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang menamakan dirinya Himpunan Nelayan Tradisional Kepri. Mereka datang dari berbagai pesisir Kota Tanjungpinang.
Awalnya masyarakat berdemontrasi secara damai dengan menggelar berbagai kecaman dan tuntutan. Di antara tunutan tersebut minta agar beberapa nelayan tradisional yang terlibat penangkapan ikan dengan bahan peledak yang ditahan pihak Lantamal IV dilepaskan.
Awalnya demonstran hanya puluhan, yang memulaikan aksinya di depan penjagaan Mako Lantamal IV sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka sempat diterima masuk oleh salah satu perwira jaga untuk berdialog.
Belum diperoleh informasi apa isi dialog tersebut, namun pengunjuk rasa semakin anarkis sehingga merusak beberapa tanaman yang berada di depan penjagaan.
Situasi semakin panas dengan tibanya beberapa bus pengangkut nelayan yang berada di pesisir pantai. Mereka turut serta bergabung bersama pengunjuk rasa yang sudah bentrok dengan beberapa aparat TNI AL.
Beberapa prajurit TNI AL Lantamal IV sempat terpancing dengan ulah pendemo yang memecahkan pot bunga yang berjejer di depan penjagaan. Selain itu beberapa rambu-rambu lalulintas sempat dirobohkan pendemo.
Tidak hanya sampai di situ. Bahkan situasi berubah menjadi semakin tidak terkendali dan anarkis, setelah pendemo mendapat informasi yang beredar di Medsos (hoax) bahwa rekan mereka yang ditahan mengalami kekerasan fisik.
Massa pun tidak mengindahkan himbauan aparat lewat pengeras suara, bahkan kian brutal melempar aparat dengan batu. Pot bunga yang tertata rapi di depan penjagaan tidak luput dari pelampiasan emosi para pendemo dengan cara menggulingkannya. Bahkan sebagian besar pecah.
Berbagai upaya sudah dilakukan namun menemui jalan buntu. Pendemo terus melakukukan aksi brutal, dan seorang prajurit TNI AL yang bernama Kelasi Kepala Iwan Heriawan disandera pendemo. HP, dompet, dan tas yang berisi dokumen diambil pendemo. Sepeda motornya dirusak.
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali perwira jaga melaporkan kepada Dandenma Lantamal IV Letkol Laut (P) Rahmat Arif. Melalui Pasop Denma ia memerintahkan untuk menurunkan Kompi PHH Lantamal IV untuk penindakan serta dibantu 2 ekor Anjing Pelacak K-9 dari Pomal Lantamal IV.
Pendemo pun berhasil dipukul mundur oleh Kompi PHH Lantamal IV, bahkan beberapa di antaranya lari ke area pemakaman. Selain itu beberapa pendemo yang berusaha menerobos barikade Kompi PHH ditangkap dan didapatkan membawa senjata tajam jenis badik.
Setidaknya dua orang pendemo dilaporkan terkena peluru karet. Korban langsung dibawa ke RS AL Midiato Suratani dengan menggunakan ambulance Dinas Kesehatan Lantamal IV.
Hop! Kejadian di atas tadi merupakan bagian dari skenario latihan yang digelar Lantamal IV Tanjungpinang dalam uji terampil Glagaspur Kolatarmabar 2017 P-1 dan P-2 di Mako Lantamal IV Tanjungpinang.
Upaya itu dilakukan untuk mengetahui dan menilai kesiapan Pangkalan dalam menghadapi permasalahan yang berhubungan dengan tugas pokok Pangkalan. (MSA)
Baca juga :  Agar Tak Salah Langkah Kebijakan, Ini Saran Sekda Kepri Kepada OPD