Selasa, 1 Agustus, 2017 10:19 am

Desa di Meranti Berpeluang Terima Fasilitas Air Bersih dan Sanitasi Kementerian PUPR

RiauKepri.com, MERANTI — Dalam rangka pengadaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat, Bappeda Kabupaten Kepulauan Meranti melaksankan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis masyarakat (Pamsimas III, Tahun 2016-2020). Untuk mensukseskan program itu diawali dengan menggelar Sosialisasi Program Pamsimas III Tahun 2017, bertempat di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Selasa (1/8).
Pada kesempatan itu Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, menjelaskan, program ini dalam rangka menyediakan fasilitas air bersih dan sanitasi kepada masyarakat.
“Program ini sangat baik karena air bersih dan sanitasi sangat menentukan derajat kesehatan masyarakat,” ucapnya.
Diungkapkan Wakil Bupati, dari hasil pantauan lapangan, masih banyak ditemui Kades dan PPTK yang kurang peduli dengan fasilitas Pamsimas yang telah dibangun, dengan membiarkan fasilitas itu terbengkalai tanpa manfaat. Dia menegaskan, akan mengevaluasi PPTK dan Kades yang tidak peduli pada program tersebut.
“Jika ada Kades dan Camat yang tidak peduli akan saya evaluasi, dan kepada yang menjadi PPTK saya minta laporannya mana yang tak jalan dan apa alasannya. Saya ingin perhatian pemerintah dalam menekan bahaya penyakit menular yang disebabkan oleh tidak adanya air bersih dan sanitasi ini didukung penuh,” ujarnya.
Wakil Bupati tidak ingin program Pamsimas itu hanya sekedar proyek yang pada akhirnya jadi monumen tanpa memberikan manfaat pada masyarakat.
“Barang yang sudah jadi jangan dijadikan monumen. Program Pamsimas ini jangan hanya jadi objek proyek tapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan saya akan cek satu persatu ke lapangan. Outputnya harus jelas,” tegas Said Hasyim.
Pada kesempatan itu Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kades Banglas Barat, Sungai Tohor, dan Kundur yang telah berhasil mengelola Pamsimas dengan baik.
Bappeda selaku yang fasilitator program Pamsimas memberikan kesempatan kepada desa untuk mendapatkan bantuan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Sanitasi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Program Pamsimas tersedia bagi desa yang belum pernah menjadi lokasi Pamsimas dan bukan wilayah pengembangan PDAM dalam dua tahun mendatang yang mempunyai prioritas pembangunan air minum dan sanitasi,” jelas Sekretaris Bappeda, Padli SIP.
Penentuan lokasi sasaran program Pamsimas berdasarkan seleksi usulan/proposal desa. Dimana seleksi dilakukan untuk menyusun daftar prioritas desa yang layak memperoleh bantuan program Pamsimas dan memiliki komitmen untuk memelihara serta mengelola SPAM melalui swadaya masyarakat secara berkelanjutan.
“Bantuan program Pamsimas dapat digunakan untuk salah satu pilihan yaitu perluasan pembangunan SPAM di desa yang belum memiliki SPAM, pengembangan SPAM pada desa yang telah memiliki SPAM dan berfungsi baik, dan optimalisasi SPAM pada desa yang telah memiliki SPAM namun tidak berfungsi/berfungsi tidak optimal,” ungkap Padli.
Sejauh ini sejak program ini digulirkan tahun 2015 lalu telah banyak desa di Meranti yang telah menerima fasilitas ini. Diantaranya adalah Banglas, Alai Selatan, Batang Malas, Topang, Sungai Tohor, Telesung, Putri Puyu, Tanjung Padang, Kundur, Maini, Mantiasa, dan Desa Tanjung.
Pada 2016-2017, desa sasaran yang telah ditetapkan oleh Dirjend Cipta Karya Kementerian PU PR adalah Alai, Tenan, Tanjung Darul Takzim, Sungai Cina, Kedaburapat, Repan, Bungur, Mengkopot, Centai, Mekar Delima, Pelantai, Bandul, Dedap, Sokop, Selat Akar, Bungur, Penyagun, Mengkirau, dan Gemala Sari.(RK/Hms)
Baca juga :  Selain Bisa Jadi Khatib, Edy Danrem Dinilai Tokoh Pemersatu