Sabtu, 3 Februari, 2018 9:27 am

Di Meranti, Syamsuar Nikmati Lontong Sejak Zaman Belanda

RiauKepri.com, MERANTI- Pagi Sabtu (3/2/2018) menyambut, dari hotel tempat menginap di Jalan Diponogoro, Bakal Calon Gubernur Riau, Drs H Syamsuar, tampak bersiap-siap untuk bertolak ke Pasar Sandang Pangan, Selatpanjang, Kabupaten Meranti.

Keinginan serapan pagi lontong di Pasar Sandang Pangan ini, sudah direncanakan sejak di speedbot ketika bertolak ke Selatpanjang. Ketika itu, Ketua Team Penasehat Relawan, Wan Abu Bakar, menyebutkan, jika dia pulang kampung, Selatpanjang, setiap pagi makan loncong di Pasar Sandang Pangan.

“Nanti kita serapan pagi disano, sedap lontongnya,” kata Wan Abu Bakar kepada Wan Syamsuar, dan niat itupun terwujudkan.

Pagi itu, sebelum pukul 07.00 WIB, Syamsuar di dampingi Wan Abu Bakar, sudah harus tiba di Pasar Sandang Pangan, jika tidak akan lama antre menunggu giliran menikmati lontong sayur ataupun lontong pecal.

Betul saja, sampai ditujuan sudah terlihat warga berdiri antre membeli lontong untuk dibungkus. Sementara Syamsuar dan rombongan serapan di tempat.

Baca juga :  Aparat Gabungan Sita 3 Truk Miras Ilegal di Pelalawan

Ketika menikmati lontong di Pasar Sandang Pangan itu, selain bersama Wan Abu Bakar, Syamsuar juga ditemani Pengurus DPD PAN Meranti, Ardiansyah.

“Kami berjualan lontong ini sudah keturunan keempat, kami berjualan lontong di Pasar Sandang Pangan ini sejak tahun 1978,” kata Indra, yang menemani orangtua berjualan lontong.

Indra menjelaskan, nenek moyangnya sejak zaman Belanda sudah berjualan lontong ini. Soal bumbu biasa saja, tak ada perubahan dan yang menjadi khas lontong ini dikasi seronding, kelapa yang sudah digonseng.

“Memang, untuk kuah gulai lontong ini kelapanya pilihan. Betul-betul kelapa yang santannya yang sudah tua,” kata Indra.

Kuahnya itulah, kata Wan Abu Bakar, yang membuat dia tidak bisa melupakan cita rasa lontong di Sandang Pangan itu. “Kuahnya kental sehingga nikmat rasanya, ditambah seronding yang luar biasa,” ucap Wan Abu Bakar.

Baca juga :  Gurauan Syamsuar: Jangan Makan Macam Zaman Sekolah Dulu

Wan Bakar mengaku, dia sudah mulai menikmati lontong di Sandang Pangan itu sejak masih duduk di bangku SMP, ketika usianya masih berumur 15 tahun atau sejak 50 silam.

“Makanya jika balik ke Selatpanjang, saya pasti serapan di sini. Di Pekanbaru memang ada juga adik beradik bibik yang menjual lontong di Sandang Pangan ini berjualan di Pekanbaru, cuma rasanya beda. Kuah lontong di sini lebih kental,” kata Wan Abu Bakar.

Syamsuar sendiri, pagi itu agak beda selera. Dia menikmati mie kuah kacang yang juga tak kalah terkenalnya.

“Sedap mie kuah kacangnyo, baru sekali sayo bisa menikmati mie kuah kacang macam gini,” kata Syamsuar dengan logat Melayu Riau pesisirnya.

“Ye, mie kuah kacang di Pasar Sandang Pangan ini juga sedap,” kata Wan Abu Bakar. (hidayat)