Kamis, 3 Agustus, 2017 2:25 pm

Dialog dengan Kadisnakertrans Riau, Suara Mantan Pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati Bergetar

Rasidin

RiauKepri.com, PEKANBARU – “Teman kami, Abuzar, sekarang sedang sakit dan hanya mampu duduk di kursi roda. Setiap kali dia menelpon, pasti dia menanyakan, apakah sudah gajian? Selain itu ada juga teman kami harus memberihentikan kuliah anaknya, karena tidak ada biaya lagi. Dua teman kami lagi, diusir dari rumah kontrakan, tersebab tidak mampu membayar kontrakan lagi,” cerita Tasar Huda dengan suara bergetar menahan kesedihan di depan Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Rasidin, S.H., Rabu (2/8/2017).

Hal ini disampaikan Tasar Huda dan sembilan rekan kerjanya, mewakili teman-teman mereka yang lain, ketika berdialog langsung dengan Kadisnakertrans, Rasidin, di ruang kerjanya. Tasar dan rekan-rekannya, tidak pernah lelah memperjuang hak mereka yang telah dikangkangi oleh PT Laut Jawa Makmur Sejati, subkontraktor PT EMP Malacca Straits SA di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
“Kami berharap kepada Bapak, dapat menyelesaikan masalah yang sedang kami hadap ini, Pak. Bapak kami anggap sebagai orang tua kami, dan kami sangat bermohon kepada Bapak. Kami hanya menuntut hak kami, Pak, bukan yang lain. Ini sudah lama berlangsung, Pak,” ucap Tasar lagi masih dengan suara bergetar menahan kesedihan.
Tasar juga menjelaskan, sebanyak 54 mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati, subkontraktor PT EMP Malacca Straits SA di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tidak menerima gaji selama 4 bulan. Selain tidak menerima gaji, pesagon juga tidak pernah mereka terima, padahal masa kontrak kerja mereka sudah berakhir tanggal 30 Juni lalu. Selain gaji dan pesangon, uang keterlambatan, dan uang cuti juga tidak mereka terima.
“Untuk THR saja, kami hanya menerima setangah, Pak,” ujar Muntasar.
Menanggapi hal ini, Rasidin, didampingi seorang stafnya, akan memanggil PT Laut Jawa Makmur Sejati dan juga PT EMP Malacca Straits SA. Dengan cepat Rasidin memerintahkan stafnya menyurati pihak perusahaan.
“Saya sudah terima surat pengaduan sudara-saudara yang diantar pada tanggal 24 Juli 2017 kemarin. Tanggal 26 Juli 2017, saya sudah proses surat itu dan sudah berada di bidang berkaitan dengan masalah ini. Rabu depan (9/8/2017), kita adakan pertemuan antara pekerja dengan PT Laut Jawa Makmur Sejati dan juga PT EMP Malacca Straits SA,” jelas Rasidin.
Apa yang dikatakan Rasidin mendapat respon dari Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Transportasi Seluruh Indonesia (F.SPSTSI) – Konfederasi Serikat Seluruh Indonesia (K.SPSI) Provinsi Riau, Bambang Wahyu Jatmiko, yang mendampingi mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati. Menurut Bambang, pertemuan Rabu depan itu nantinya, Disnakertran Riau, harus mempertegaskan bahwa yang hadir dari pihak perusahaan haruslah orang yang memiliki kebijakan dan dapat memutuskan masalah yang sedang dihadapi para matan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati ini.
“Kami berharap yang hadir dari pihak perusahaan haruslah orang yang yang bisa mengambil kebijakan dan membuat keputusan, kalau tidak masalah ini tidak akan pernah selesai. Hal ini selalu terjadi, pihak perusahaan mengutus staf yang tidak dapat berbuat apa-apa, sementara pekerja sudah lama menanggung derita,” ucap Bambang.
Menjawab pernyataan Bambang ini, Rasidin berjanji akan menghadirkan pihak perusahaan yang mampu membuat kebijakan dan memutuskan masalah yang sedang dihadapi para pekerja ini.
“Ya, kami meminta nantinya, pihak perusahaan mengirimkan utusan yang mampu membuat kebijakan. Kita akan tekan kan itu,” ujar Rasidin. (RK3)
Baca juga :  Saat Hendak Buang Air, Hapis Terperanjat Nampak Mayat