Selasa, 1 Agustus, 2017 10:05 am

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Reaksi Raja Amirullah

Raja Amirullah

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Raja Amirullah, mantan Bupati Natuna yang ditetapkan Kejati Kepri sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Natuna senilai Rp7,7 miliar mengaku sangat kecewa. Khusus kepada riaukepri.com, dia yang menjabat selama 8 bulan dari 2010 s/d 4 Mei 2011 berharap, agar masyarakat tidak beropini dan berpersepsi tanpa bukti. Apalagi tanpa fakta dan data.

Dia menyadari, kekecewaannya bukan bermaksud untuk berpolemik. Sebab, soal pro dan kontra adalah hal yang biasa. Dia hanya berharap agar pemberitaan dapat disampaikan secara berimbang dan objektif.
“Saya sangat kecewa dengan ditetapkannya saya sebagai tersangka dalam kasus tunjangan perumahan DPRD. Saya menjabat Bupati Natuna selama 8 bulan. Sebagai bupati, saya banyak mengeluarkan SK, antara lain SK tentang tunjangan perumahan anggota DPRD. SK ini dianggap “salah” oleh penyidik karena terlalu besar,” ujarnya.
Menurut Amirullah, pembuatan SK tersebut tentu ada dasarnya dan ada tim yang menetapkan satuan harga. Juga, sudah pasti pembuatan SK tersebut sudah melalui mekanisme.
“Dan saya bukan orang yang membuat SK. Tapi sebagai bupati, tentu saya yang menandatanagani SK tersebut setelah diperiksa oleh staf. Kalau SK itu dianggap salah, harusnya ditentukan oleh PTUN,” ungkapnya.
Sebagai Bupati Natuna yang hanya menjabat sekitar 8 bulan, Amirullah mengaku tidak ada sepeserpun menerima uang atau menjanjikan sesuatu keuntungan materi akibat dari pembuatan SK tersebut.
“Saya tak mengerti seluk beluk hukum. Tapi dalam hal ini saya tetap tidak mengaku bersalah,” tegasnya.
Keyakinan tidak bersalahnya itu ia sandarkan hanya kepada Allah yang Maha Tahu. Oleh karenanya, dia ingin bersumpah kepada siapapun. Inilah sumpahnya:
“Demi Allah, kalau sekiranya saya sengaja berbuat atau ada niat secuil pun untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan jalan korupsi seperti yang dituduhkan, biarlah saya, istri dan anak-anak saya serta seluruh keturunan saya agar dikutuk, dilaknat dan diazab oleh Allah SWT di dunia dan akhirat. Sebaliknya kepada siapapun yang dengan sengaja menuduh dan menzolimi saya seperti yang dituduhkan, biarlah Allah SWT mengutuk, melaknat, memberi azab di dunia dan akhirat kepada mereka dan keluarganya,” ucap Amirullah.
Sebelumnya diberitakan bahwa dua mantan Bupati Natuna, Raja Amirullah dn Ilyas Sabli ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Natuna senilai Rp7,7 miliar. Selain itu, juga ada nama mantan Ketua DPRD Natuna, Hadi Chandra, mantan Sekda Natuna, Syamsurizon, mantan Sekwan, Makmur, serta Kabag Keuangan Setwan DPRD Natuna, Ee.
Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, Yunan Harjaka SH, bersama Wakil Kepala Kejaksaan, Asri Agung Putra, didampingi sejumlah Asisten dan penyidik Kejaksaan Tinggi Kepri, Senin (31/7) di Tanjungpinang mengatakan, penetapan status tersangka ini dilakukan atas ditemukannya alat bukti dugaan korupsi pengalokasian dan pencairan dana tunjangan perumahan unsur pimpinan Ketua dan Anggota DPRD Natuna sejak 2011-2015.
Raja Amirullah secara resmi menjadi Bupati Natuna definif menggantikan Daeng Rusnadi setelah menerima SK pengangkatan bernomor 131.21.225. Tahun 2010 dari Menteri Dalam Negeri. SK itu menjelaskan bahwa pemberhentian Daeng Rusnadi sebagai Bupati Natuna karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi pada pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 26/KIPB/TPK/2010/PNJKT.PST tertanggal 14 Maret 2010 yang dipidana dengan hukuman penjara selama lima tahun dan memiliki kekuatan hukum tetap.(RK)
Baca juga :  Tagana Kepri Juara Jambore Nasional