Rabu, 31 Januari, 2018 12:40 pm

DPO Kasus Korupsi Bandar Lampung, Diciduk di Batam

RiauKepri.com, BATAM- Aparat Polresta Barelang berhasil menciduk seorang pria berinisial LW (65), yang selama ini masuk dalam Daftar Pencariaan Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Lampung, ketika sedang menikmati restoran cepat saji J’CO di Mall Nagoya Hill, Lubukbaja, Batam, Selasa (30/1/2018), kemarin.

Pria berbadan gempal dan berkulit putih ini diamankan penegak hukum karena diduga tersandung kasus korupsi pembangunan pabrik es milik Kementerian Kelautan dan Perikanan di kota Bandar Lampung.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, dari pengakuan LW baru pertama kalinya ke Batam pada tanggal Minggu (28/1) lalu seorang diri untuk berobat ke Penang, Malaysia. Kemudian menghubungi menantunya bertemu di rumah makan Acia Ikan Bakar Lubuk Baja, untuk membahas perihal pembuatan Paspor LW dengan mempersiapkan dana berkisar belasan juta hingga puluhan juta rupiah untuk pembuatan paspor tersebut.

Baca juga :  Edarkan Sabu, 2 Pria Ini Ditangkap Polisi Dalam Gubuk

“Terduga DPO ini mengaku tidak tahu jika sedang dicari dan dia merasa tidak bersalah sehingga tidak memenuhi surat panggilan tersangka dari Kejaksaan Bandar Lampung,”kata Kombes Hengki dalam jumpa pers bersama Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Roch Adi Wibowo di Mapolres Barelang, Baloi, Batam, kemarin.

Dijelaskannya, dalam pemeriksaan terhadap LW, polisi juga menemukan dokumen yang telah dimiliki LW antara lain KTP, Foto Copy KK, Akte lahir, Surat Kewarga Negaraan dan Paspor an. Tian Liong yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Jakarta yang tersimpan di kamar nomor 510 Hotel Aston Pelita Lubuk Baja, tempatnya menginap selama pelariaannya di Batam.

“Barang bukti yang diamankan kepolisian saat ini yaitu 1 unit Handphone merk Oppo warna Gold, 1 unit Handphone merk Samsung duos warna hitam dan 1 buah dokumen Paspor RI,”ujarnya.

Baca juga :  DP4 Batam Pemilu 2019 Naik Jadi 826.300 Jiwa dengan 6 Dapil

Menurutnya, saat ini LW harus berurusan dengan aparat penegak hukum untuk pemeriksaan lebih lanjut karena terjerat masalah penjualan mesin pembuat es rakitan kepada kontraktor CV. Jupiter yang merupakan pemenang tender pembangunan Pabrik Es milik pemerintah di Bandar Lampung dengan nilai kurang lebih Rp900.000.0000.

“Polresta Barelang juga telah berkoordinasi dengan Kejari Kota Batam untuk menyerahkan tersangka LW kepada Kepolisian dan Kejari Bandar Lampung dan Kajari Kota Batam berterima kasih dengan pihak Polresta Barelang dalam penanganan dan kerja sama yang baik ini,” tukasnya. (r/helmy)