Selasa, 22 Agustus, 2017 11:27 am

Antu Bubu dan Gangan dari Belitung Sah Jadi WBTB Indonesia

RiauKepri.com, JAKARTA — Dua karya budaya dari Provinsi Bangka Belitung, yakni kesenian Antu Bubu dan Gangan ditetapkan jadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia 2017. Penetapan dilakukan dalam sidang di Hotel Millenium, Jakarta, Senin (21/8) kemarin.

Adi Guna, Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur yang hadir dalam acara sidang mengaku sangat gembira dua karya budaya dari daerahnya lolos dan ditetapkan jadi WBTB.

“Tahun depan kita usulkan lebih banyak lagi. Alhamdulillah Antu Bubu dan Gangan lolos,” kata Adi.

Antu bubu adalah sebuah tradisi kuno rakyat Belitung. Tradisi ini diperkenankan hanya untuk orang dewasa dan bukan untuk anak-anak. Dalam permainan ini dipimpin oleh seorang dukun kampung. Permainan ini dulunya digelar pada waktu yang khusus. “Antu” berarti hantu dan “Bubu” merupakan sebuah alat untuk menangkap ikan yang tebuat dari rotan.

Permainan Antu Bubu dimulai dengan pembacaan doa oleh dukun guna menghindari hal-hal buruk. Sementara itu dalam permainan ini akan menyediakan beberapa sukarelawan atau para pemain yang sudah terlatih untuk memeluk Bubu. Tapi tidak semudah itu karena Bubu yang dipeluk sudah terdapat hantu atau roh di dalamnya.

Baca juga :  Pelaku Ekonomi Kreatif Sambut Baik Pelatihan Kerajinan Sovenir Tajaan Dinas Pariwisata Riau

Roh tersebut memang sengaja dipanggil oleh dukun dan tenang saja karena para sukarelawan akan masih tetap aman selama acara masih dipimpin oleh dukun tersebut. Pemain akan dinyatakan menang apabila sudah berhasil mengendalikan Bubu.

Mengenai asal usul Antu Bubu ini, bermuasal dari cerita mengenai seseorang yang bernama laki-laki yang tidak diketahui namanya. Beliau memiliki kebiasaan menangkap ikan dengan bubu. Meskipun bubu telah dipasang berhari-hari namun tidak satu ekorpun ikan terperangkap, timbullah kecurigaan dihati beliau.

Akhirnya dengan kesaktian yang dimiliki, dia menyelidiki, ternyata ada seorang yang jahil mencuri ikan. Tragisnya orang jahil tersebut meninggal dan jenazahnya tergeletak di tempat pemasangan Bubu, dan arwahnya bergentayangan.

Akhirnya, oleh orang-orang pandai (dukun) diabadikan menjadi sebuah permainan dengan nama Antu Bubu, yang mana roh selalu dipanggil untuk masuk ke Bubu. Sementara yang melawanpun akan kerasukan pula.

Baca juga :  Satu-satunya di Kepri, Honorer Pemkab Bintan Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Dalam permainan ini, pawanglah yang berperan penting karena ia yang memimpin. Demikianlah sampai saat ini kesenian Antu Bubu masih tetap ada dalam kebudayayaan di daerah Belitung Timur.

Dalam permainan ini, siapapun boleh mencobanya. Namun pawang nantinya yang menentukan sesiapa yang boleh bertanding dengan bubu, dengan syarakat kuat fisik dan mental. Sebab tak jarang pemain tidak berhasil merusak bubu bahkan kerasukan, maka manusia dinyatakan kalah dan sebaliknya jika bubu masih bertahan dan tidak rusak maka Antu Bubulah pemenangnya.

Nikmatnya Gangan Kuliner khas Belitung
Nikmatnya Gangan Kuliner khas Belitung

Sementara, Gangan adalah masakan khas masyarakat Belitung. Bahkan hampir setiap hari masyarakat memasak makanan khas ini untuk lauk. Jenis Gangan tergantung dari bahan yang dibuat, ada gangan ikan dan gangan darat.

Bumbu yang digunakan sedikit berbeda antara keduanya. Akan tetapi pada umumnya Gangan dibuat dari bahan ikan seperti ikan kakap merah, ikan ketarap, ikan bulat dan ikan lainnya. (RK/DED)