Senin, 31 Juli, 2017 9:49 am

Dua Mantan Bupati, Mantan Ketua DPRD, dan Mantan Sekda Natuna Dijadikan Tersangka

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Dua mantan Bupati Natuna, Raja Amirullah dn Ilyas Sabli ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Natuna senilai Rp7,7 miliar. Selain itu, juga ada nama mantan Ketua DPRD Natuna, Hadi Chandra, mantan Sekda Natuna, Syamsurizon, mantan Sekwan, Makmur, serta Kabag Keuangan Setwan DPRD Natuna, Ee.
Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, Yunan Harjaka SH, bersama Wakil Kepala Kejaksaan, Asri Agung Putra, didampingi sejumlah Asisten dan penyidik Kejaksaan Tinggi Kepri, Senin (31/7) di Tanjungpinang. Penetapan status tersangka ini dilakukan atas ditemukannya alat bukti dugaan korupsi pengalokasian dan pencairan dana tunjangan perumahan unsur pimpinan Ketua dan Anggota DPRD Natuna sejak 2011-2015.
“Pemberian tunjangan perumahaan pimpinan dan Anggota DPRD Natuna ini dialokasikan dari APBD Natuna sejak 2011-2015, tanpa menggunakan mekanisme aturan serta sesuai dengan harga pasar setempat. Sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp7,7 miliar,” kata Kajati Kepri.
Besaran tunjangan yang diperoleh unsur pimpinan itu, Ketua DPRD Rp14 juta per bulan, Wakil Ketua DPRD Rp13 juta per bulan dan Anggota DPRD Natuna masing-masing Rp12 juta per bulan. Dari penyelidikan dan penyidikan Kejaksaan Tinggi Kepri, pengalokasian tunjangan di APBD Natuna telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Natuna sejak 2011-2015, yang dilabeli dengan SK dua Bupati atas suruhan Ketua DPRD Natuna.
“Atas perbuatannya, seluruh tersangka yang disebutkan, dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi jo Pasal 55 KUHP,” jelas Kajati.(RK/BTD)
Baca juga :  Menang Adu Pinalti, 757 Boyong Piala Wali Kota 2017