Selasa, 1 Agustus, 2017 10:14 am

Dua Pelajar Riau Tewas Dibully, Ini Kekhawatiran Pengamat Pendidikan

Ade Hartati1

RiauKepri.com, PEKANBARU– Pengamat pendidikan yang juga anggota DPRD Riau, Ade Hartati, sangat prihatin terkait dua pelajar di Riau, Kampar dan Dumai, tewas yang diduga akibat dibully teman sekolah. Hal ini, harus menjadi perhatian serius semua pihak.

”Jika kabar yang beredar benar, bahwa Almarhumah dalam kondisi depresi karana dibully di sekolah, maka ini harus menjadi perhatian serius kita terhadap lingkungan tumbuh kembang anak, terutama di lingkungan sekolah,” kata Ade Hartati kepada riaukepri.com, Selasa (1/8/2017).

Ade Hartati menyebutkan, harusnya lingkungan sekolah tertanam nilai-nilai kehidupan, toleransi, saling menyayangi dan saling menghormati, namun pelan tapi pasti tergerus oleh lemahnya perhatian dan pengawasan, baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan bermain.

Ade Hartati khawatir, pendidikan karakter yang saat ini dislogankan oleh pemerintah, sulit untuk diwujudkan andaikata seluruh elemen yang terlibat didalamnya tidak saling mendukung. Yakni, keluarga, sekolah dan lingkungan bermain.
”Harapan kita, nilai-nilai agama, budaya dan tradisi tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar tidak mengacu pada perkembangan individu saja, tapi lebih menitik beratkan pada nilai-nilai belajar bersama, hidup bersama dan bermain bersama,” ungkap politisi PAN itu.

Baca juga :  Ini Komitmen Siak, 2017 Sudah Berdiri 479 Lembaga PAUD

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Elva Susanti (16), pelajar SMA di Bangkinang, Kabupaten Kampar, nekat terjun ke Suangai Kampar dan tewas. Semula dia disebut-sebut defresi lantaran sakitnya, sering kesurupan, tak sembuh-sembuh. Namun, petang Senin (31/7/2017), menyusul ditemukan mayat korban sang paman bernama Juliardi menjelaskan bahwa keponakannya itu nekat bunuh diri karena sejak beberapa hari mengeluhkan sikap teman-teman sekolahnya di SMA Bangkinang sering membully.

Baca juga :  Jual Obat Keras Tanpa Resep, Dua Apotek di Kampar Disegel

Kasus bully juga terjadi di Dumai. Akibat saling ejek, terjadi perkelahian sehingga pelajar SMP ini meregang maut. Kapolres Dumai, AKBP DH Ginting, menyebutkan latar belakang kejadian ini karena korban dan tersangka pelaku saling ejek, yang membuat pelaku akhirnya marah. Saat itu korban sedang di halte. Tersangka pelaku memukul korban dengan tangan kosong dan diduga mengenai hulu hati sehingga menyebabkan korban pingsan dan akhirnya meninggal dunia. Pelajar SMP yang meninggal itu JA (14), sedangkan teman lawan berkelahinya ZP (17). (RK1)