Sabtu, 19 Agustus, 2017 5:00 pm

Eric Febrian J, Penulis Skenario Film Muda Riau

RiauKepri.com, PEKANBARU – Sejak dari SD, Eric Feberian J atau lebih dikenal dengan nama Eric F Junior, telah terjun ke dunia seni. Bermula dari mengikuti lomba baca puisi, Eric akhirnya jatuh hati sepenuhnya pada dunia kesenian.

Tidak tanggung-tanggung, untuk mendalami ilmu di bidang seni, terutama di bidang seni peran (teater), Eric pun kuliah di Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR). Tidak sampai disitu, Eric pun malanjutkan kuliah untuk mengambil S1 di Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Lancang Kuning.

“Waktu SD, saya memang suka ikut lomba baca puisi. Alhamdulillah, saya pernah ikut lomba baca puisi sampai ke Taman Ismail Marzuli (TIM) Jakarta. Waktu itu saya sudah duduk di bangku SMP,” ucap ERic kepada RiauKepri.com.

Sering perjalanan waktu, bakat menulis Eric mulai muncul ketika ia menuntut ilmu di Jurusan Teater AKMR. Sebagaimana mahasiswa teater lainnya, berhadapan dengan naskah; membaca naskah, membedah naskah dan memberi pemaknaan pada stiap dialog dalam naskah, sudah menjadi makanan Eric sehari-hari.

Dari kebiasaan setiap hari membaca naskah, memunculkan kembali bakat Eric untuk menjadi seorang penulis. Bakat yang semula sedikit meredup, menyala kembali dan Eric mencoba menyodorkan beberapa naskah yang ditulis ke rekan-rekan di Teater Matan.

Erib bersama anggota KMF pada perhelatan peluncuran film Mafia Agaknya, Geng!

“Sebenarnya saya juga tidak pd (percaya diri) memperlihatkan karya-karya tulis saya, tapi beberapa kawan di Teater Matan terus mendorong saya untuk memperlihatkan karya tulis saya. Akhirnya saya pun memberanikan diri, dan Alhamdulillah, skenario saya tulis dengan judul Mafia Agaknya, Geng! dijadikan film oleh Komunitas Malay Film dan Teater Matan di tahun 2017 ini,” ujar ERic.

Baca juga :  Hari Ini, Di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru, Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unilak Taja Pawai Seni

Keseriusan Eric menekuni menulis skenario film ini semakin mantap. Pada tahun 2017 ini, Eric mengikuti seleksi pelatihan menulis skenario film yang ditaja Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Keudayaan Republik Indonesia. Dan Eric terpilih menjadi peserta pelatihan untuk rayon Sumatera ini. Pada bulan Juli 2017, Eric pun terbang ke Medan untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Alhamdulillah, pelatihan ini memang banyak manfaatnya bagi saya untuk tetap menjatuhkan pilihan menjadi seorang penulis skenario. Saya pun baru selesai mengerjakan skenario film berjudul Tragedi Tanah Bermarwah,” ucap Eric sambil ketawa.

Selain skenario film Mafia Agaknya, Geng! dan Tragedi Tanah Bermarwah, Eric juga sudah merampungkan skenario film Mafia Agaknya, Geng 2 dan 3. Tidak ini saja, skenario film berjudul Merbau Bersiram Darah juga sudah diselesaikan Eric. Ketika ditanya kapan skenario filmnya dirilis menjadi film, Eric tertawa dan menjawab mereka sedang fokus membuat film Orang Sungai.

“Mungkin 2018 awal skenario saya akan dibuat film oleh kawan-kawan di Komunitas Malay Film (KMF), sebab tahun ini kami lagi fokus untuk membuat film lain,” jawab Eric.

Eric juga menjelaskan bahwa untuk membuat film bukanlah perkara mudah. Selain memerlukan persiapan teknis yang mantap, masalah biaya juga menjadi hal terpenting. Selama ini, kata Eric, mereka membuat film, biayanya dari sumbangan anggota KMF.

Baca juga :  Seniman Teater Riau Turun ke Jalan

“Memang berat, kami selalu mengeluarkan biaya sendiri untuk menghasilkan karya. Sponsor, baik itu dari pemerintah daerah maupun swasta, belum melirik ke kami. Mungkin dengan terus berkarya dan berkarya, tidak mustahil ke depan apa yang kami kerjakan akan dipandang orang,” ucap anak bungsu dari pasangan Juli A.W. dan Asneli Azis.

Sementara itu, Komunitas Malay Film (KMF) yang digagas Eric dan beberapa kawan-kawanya, menurut Eric adalah upaya mengumpulkan para pekerja film dalam satu wadah. Untuk saat ini, kata Eric, KMF baru beranggotakan kawan-kawan yang ada di Pekanbaru.

“Niat kami KMF ini menjadi wadah mengumpulkan kawan-kawan yang tunak di bidang film yang ada di Riau. Setakat ini, KMF baru menghasilkan karya-karya yang kami buat di Pekanbaru. Mudah-mudahan, dalam waktu yang tidak lama, KMF dapat merangkul kawan-kawan di daerah kabupaten dan kota di Riau ini,” jelas Eric.

ERik menilai, bahwa perkembangan film di Riau sangat menjanjikan. Ini terbukti, kata Erik, banyaknya kawan-kawan di daerah kabupaten/kota menghasilkan karya film. Hal ini sangat membanggakan, bahwa anak-anak Riau tidak ketinggalan membuat film.

“Kawan-kawan di kabupaten dan kota terus berkarya dan ini perlu diberi penghargaan dan wadah, sehingga apa yang dikerjakan anak-anak Riau tersalurkan. Paling tidak, di Riau harus ada festival film untuk menampung karya-karya mereka,” ujar Eric. (RK2)