Rabu, 19 Juli, 2017 10:57 am

Exxon Mundur dan Tak Lagi Berminat Garap Blok Migas East Natuna

I Gusti Nyoman Wiratmaja (kiri).

RiauKepri.com, JAKARTA – Exxon Mobil dilaporkan mengisyaratkan akan mundur dan tidak akan lagi melanjutkan investasi di blok Migas East Natuna bersamaan dengan berakhirnya izin pengelolaan wilayah kerja yang dimiliki oleh perusahaan asal Amerika Serikat itu.

Isyarat mundurnya Exxon Mobil dari blok Natuna diungkapkan Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja kepada wartawan di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Exxon Mobil, kata Wiratmaja, mengirim surat terkait tindaklanjut investasi di Blok Minyak dan gas (Migas) East Natuna.

“Kita sedang bahas (surat Exxon Mobil) secara internal. Izin pengelolaan wilayah kerja (WK) sudah habis masa berlakunya. Exxon bilang saat ini tidak ekonomis dengan term yang ada,” demikian dibeberkan Wiratmaja.

Baca juga :  Setir Mobil Sendiri, AHY Beri Bantuan Pengungsi di Bali

Menurutnya, dalam surat itu Exxon mengisyaratkan juga tak akan lagi melanjutkan investasi di blok Migas East Natuna, di tengah habisnya izin pengelolaan WK yang digarap Exxon selama ini.

“Jadi dari kalkulasinya Exxon (Mundur). Ya begitu isinya,” kata Wiratmaja.

Meski demikian, menurut Wiratmaja, Exxon menyatakan tetap siap membantu Indonesia untuk mengeksplorasi migas di wilayah tersebut jika dibutuhkan.

“Di suratnya Exxon bilang, mereka memiliki teknologi dan kemampuan teknis, jika diperlukan siap membantu Indonesia. Bisa macam-macam bantu, supply teknologi, kasih data dan lain-lain. Itu isi suratnya,” jelas Wiratmaja.

Baca juga :  Syabas, Siak dan Kementerian PU PR RI Teken MoU Kota Pusaka

Saat ini, lanjutnya, surat itu akan dibahas secara internal oleh Kementerian ESDM terlebih dulu sebelum diambil keputusan yang baru terkait pengelolaan blok migas East Natuna.

“Kita bahas dulu, nanti dirapatkan dulu. Kita lihat Pertamina dulu, Technology Market Review (TMR)-nya kayak apa. Kan nanti WK itu diberikan ke Pertamina,” paparnya.(*)