Rabu, 23 Agustus, 2017 7:19 am

Faktor Ekonomi, Permintaan Hewan Kurban di Pelalawan Menurun

RiauKepri.com, Pelalawan— Permintaan hewan kurban jelang Idul Adha 1438 H, di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan, diperkirakan sekitar 10-15 persen.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Pelalawan, Asmedi Amri, di ruang kerjanya, menjelaskan, data tahun lalu hewan kurban pada lebaran Idul Adha 1437 H mencapai sekitar 1.501 ekor, jenis hewan ternak kurban terdiri dari sapi 1.010 ekor, kerbau 142 ekor dan kambing 349 ekor.

Diperkirakan Idul Adha 1438 H tahun 2017 di Kabupaten Pelalawan berkurang 10 sampai 15 persen, kemungkinan penyebab penurunan partisipasi berkurban adalah belum membaiknya ekonomi masyarakat. “Angka itu, kita ketahui dari hasil sosialisasi panitia kurban ditiap-tiap kecamatan, “ujar Asmedi.

Soal kesiapan teknis, Disnak Pelalawan sudah menyiapkan tim pengawas di tiap-tiap kecamatan dua orang personil, mengantisipasi jika ada terjadi ketidak sesuaian persyaratan hewan kurban.

Pihaknya, sudah lakukan sosialisasi dilakukan mulai 16 Agustus 2017, dan diikuti 24 orang peserta (12 kecamatan masing-masing 2 (dua) orang). Dari hasil sosialisasi ternyata masih ada juga yang belum mengetahui tentang persyaratan hewan kurban, seperti bagaimana mengetahui kesehatan gigi hewan kurban, cara penumbangan hewan kurban seminim mungkin (tidak terlalu menderita), langsung di potong (sembelih), dan sebagainya.

Baca juga :  Pompong Tenggelam Tabrak Kayu, Ini Nasib Pasutri di Inhil

Kegiatan sosialisasi, selain mendata, juga bertujuan mentransfer ilmu kepada peserta atau panitia kurban ditiap kecamatan khusus pengurus masjid/mushola, agar mereka mengetahui ciri-ciri hewan kurban yang sehat, serta tata cara penyembelihan hewan kurban yang baik (halal) kemudian bagaimana penanganan daging kurban serta pendistribusiannya.

Dalam pengawasan, banyak sekali kendala yang kita temui. Idealnya pengawas (Disbunak), lakukan pendampingan bagi pengurus/panitia kurban mencari dan membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat. Kebanyakan, hewan kurban sudah dibeli langsung ke pedagang, rata-rata sampainya pada H -1 atau H -2. Sehingga, pemeriksaan petugas kita hanya sampai di Masjid/Mushola saja.

Baca juga :  Pemkab Inhil Evaluasi Porgres Pekerjaan Fisik 2017, Ini Hasilnya

Kebutuhan hewan kurban ditiap kecamatan bisa dikatakan aman dan terpenuhi sesuai permintaan. Walaupun, Pasokan peternak lokal, yang dipasok oleh pusat Pengembangan Sistem Integrasi Sapi Kelapa sawit (Siska) di Kecamatan Kerumutan, belum mampu memenuhi permintaan hewan kurban secara keseluruhan di Kabupaten Pelalawan, maka pasokan juga datang dari luar daerah, seperti Lampung dan Sumbar.

Untuk informasi, harga rata-rata daging sapi/kerbau dipasaran, itu tergantung kelasnya, kata Asmedi.

Dilanjutkannya, pasaran daging sapi 70-75 Kg harga lebih kurang 13,5 juta sampai 14 juta, sapi/kerbau sama, daging 75-85 Kg harga mencapai 14,5 -15 juta, dan 85-95 Kg harga 15,5 – 16 juta, kemudian, untuk hewan kurban kambing kelas C. 1,7 juta, kelas B. 2,1 juta, kelas A. diatas 2,5 juta, harga sudah termasuk sampai ke lokasi. (RK-5)