Jumat, 2 Februari, 2018 12:29 am

Gesa Pembangunan Dimulai Dari Desa, Ini yang Dilakukan Bupati Meranti

RiauKepri.com, MERANTI- Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan M.Si dan SKPD terkait melakukan peninjauan proyek pembangunan infrastruktur di tiga Kecamatan, kunjungan kerja ini dalam rangka mensukseskan pembangunan Kabupaten yang dimulai dari desa, Kamis (1/2/2018).

Turut mendampingi Bupati Kepulauan Meranti, Kelaksa BPBD Meranti Drs. Edi Afrizal, Kepala Bagian Humas Sekdakab. Meranti Helfandi, Kepala Bagian Kesra Sekdakab. Meranti Husni Gamal, Camat Merbau M. Nazar, Camat Tebing Tinggi Barat Sampul, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Muyadi, serta sejumlah Kabid di Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Pemkab. Meranti.

Lokasi pertama yang dikunjungi Bupati Kepulauan Meranti adalah proyek pembangunan Dermaga di Desa Semukut, Kecamatan Merbau, yang rencananya proses pembangunan akan dimulai pada Maret 2018 mendatang, untuk anggaran sendiri menggunakan dana DAK APBN sebesar 4.5 Miliar.

“Jika tidak ada aral melintang pembangunan Dermaga akan dimulai Maret mendatang, saat ini kita sedang menunggu pengesahan DAK APBN, sambil menunggu itu kita akan melakukan lelang,” ujar Syahril selaku Kepala Bidang Sarana Prasarana, Dinas Perhubungan Kabupaten Meranti.

Menurut rencana Dermaga ini akan dibangun permanen (semen beron) yang memiliki Panjang 30 M dan Lebar 25 Meter. Diharapkan dengan adanya fasilitas publik ini dapat dimanfaatkan untuk turun naik penumpang Kempang dan Kapal Jelatik yang akan ditempatkan pada bagian kiri dan kanan dermaga.

Sementara untuk pembebasan lahan yang acap kali menjadi masalah dalam tiap pembangunan proyek infrastruktur, Bupati berharap jangan adalagi tuntut menuntut agar pembangunan dapat segera dilaksanakan dan peyebrangan semakin mudah.

Hal senada juga dikatakan Syahril, ia menilai pembebasan lahan sudah clear karena lahan yang digunakan merupakan kawasan hijau milik pemerintah atau tidak milik masyarakat.

“Agar proses pembangunan Dermaga Semukut dapat segera dilakukan saya harap masalah lahan jangan lagi ada tuntut menuntut semoga akhir tahun dapat dituntaskan,” harap Bupati.

Baca juga :  Demi Mewujudkan Dua Mimpi Warga Inhil, Dua Jam Syamsuar Dihempas Gelombang

Proyek pembangunan infrastruktuur lainnya yang mendapat perhatian orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu adalah, pembangunan jembatan di Kecamatan Pulau Merbau yang menghubungkan dua desa yakni Desa Mekar Sari dan Kelurahan Teluk Belitung yang menggunakan dana APBD murni Tahun 2017 sebesar 14 Miliar.

“Pembangunan jemban ini dibangun menggunakan anggaran APBD murni Tahun 2017,” ujar Haryanto selaku Plt. Kabid Bina Marga, Dinas PU Meranti

Dari hasil peninjauan Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si dan rombongan proses pembangunan boleh dikatakan tuntas, hanya saja untuk kesempurnaan masih diperlukan finishing karena masih dalam masa kontruksi pemeliharaan oleh kontraktor.

“Saya harap kontraktor dalam menyempurnakan agar tidak terjadi isu dimasyarakat yang mengatakan tidak sempurna, yang berujung pada munculnya masalah,” ujar Bupati mengingatkan.

Dengan dibangunnya fasilitas publik tersebut, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama menjaga agar tidak cepat rusak dan dapat dimanfaatkan dengan optimal.

“Semua fasilitas yang kita bangun ini tak lain adalah untuk masyarakat oleh karena itu mari kita sama menjaga baik dari kerusakan maupun untuk hal yang negatif yang bertentangan dengan adat istiadat, sehingga fasilitas yang dibangun dengan susah payah ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” jelas Bupati.

Setelah jembatan penghubung ini dituntaskan, dalam rangka mempercepat dan memudahkan mobilitas masyarakat, selanjutnya dikatakan Bupati, akan membangun Hot Mix dan Turap untuk mengantisipasi kerusakan jalan akibat abrasi air pasang.

Kepada wartawan Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si juga menyinggung soal pembangunan jembatan Selat Rengit yang sampai saat ini masih terbengkalai. Dijelaskan Bupati, hingga saat ini Pemda Meranti terus berupaya untuk meraih anggaran Pusat dan Provinsi untuk membangun jembatan penghubung Tebing Tinggi dan Kecamatan Merbau tersebut. Karena jika mengharapkan dana APBD murni boleh dikatakan mustahil.

Baca juga :  Amboi, Siswi SMA di Meranti Ini Pilih Menikah Dari Pada Ikut UNBK

“Jika dulu pembangunan jembatan menghabiskan anggaran 400 Miliar tapi jika dihitung dengan harga sekarang bisa mencapai 700 Miliar, biaya ini sangat besar dan tidak mungkin lagi dibangun dengan anggaran APBD Kabupaten, apalagi dengan semakin kecilnya anggaran saat ini,” jelas Bupati.

Karena Meranti merupakan daerah terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga sudah seharusnya pembangunan jembatan itu juga menjadi tanggung jawab Pusat dan Provinsi.

“Harusnya ini menjadi tanggung jawab Pusat dan Provinsi sesuai dengan komitmen pemerintah yang memprioritaskan pembangunan didaerah perbatasan,” ucap Bupati.

Kedepan, dikatakan Bupati, Pemkab. Meranti akan terus mendorong kelanjutan dari pembangunan jembatan Selat Rengit. Karena hanya itulah satu satunya akses penghubung Pulau Merbau dan Tebing Tinggi yang diyakini dapat menekan angka kemiskinan disalah satu Kecamatan termiskin di Kepulauan Meranti tersebut.

“Siapapun nantinya yang jadi Bupati, pembangunan jembatan ini harus tetap dilanjutkan agar transportasi menjadi murah dan angka kemiskinan di Kecamatan Merbau dapat ditekan,” ucap Bupati.

Kunjungan selanjutnya yang dilakukam Bupati dan rombongan adalah meninjau pelayanan kesehatan Unit Gawat Darurat (UGD) di UPT Puskemas Teluk Belitung, Kecamatan Pulau Merbau, Puskemas ini memiliki bangunan dan fasilitas yang cukup representatif karena dilengkapi ruang rawat inap pasien, ruang bersalin, laboratorium, farmasi dan lainnya. Puskesmas ini akan menjadi Puskemas percontohan di Kepulauan Meranti baik dalam hal pelayanan maupun fasilitas.

Terakhir fasilitas publik yang dikunjungi Bupati adalah sarana pengolahan air bersih langsung minum di Desa Kundur, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, yang mampu memproduksi 500 Galon dalam 12 jam. Fasilitas pengolahan air bersih ini seperti dikatakan Kades Kundur, Sutrisno adalah bantuan dari Kementrian Desa Tertinggal RI yang diperuntukan untuk masyarakat di Desanya. Dilokasi ini Bupati dan rombongan berkesempatan mencicipi segarnya air olahan yang memang layak untuk dikonsumsi. (RK6/*)