Senin, 28 Agustus, 2017 7:20 pm

Halal bi Halal Punggowo Dicatat Rekor MURI, Gubernur Kepri: Ditunggu Kiprah 139 Paguyuban Lainnya

RiauKepri.com, BATAM — Gubernur Kepri, Nurdin Basirun memuji kegiatan halal bi halal yang diadakan Paguyuban Among Warga Jowo (Punggowo). Tak hanya berhasil mendatangkan ribuan massa, Punggowo juga menggelar 30 jenis pertunjukan khas budaya Jawa dan menjadi hiburan unik bagi masyarakat Kepri.

“Saya merasa bangga bisa hadir dan bersilahturrahmi dengan masyarakat Kepri asal Jawa pada acara halal bi halal Punggowo. Apalagi melihat 30 atraksi kesenian budaya yang diperagakan. Serta berhasilnya Punggowo mencatat rekor Muri untuk 6 kategori,” ungkap Nurdin Basirun yang disambut dengan tepuk tangan oleh ribuan warga Jawa yang hadir.

Gubernur berharap kedepan paguyuban lain yang berjumlah 139 di Kepri bisa juga berkiprah seperti Punggowo. Baik untuk pertunjukan seni budayanya maupun misi silaturahmi massanya. Tidak itu saja, menurut Nurdin, saat dirinya diajak Ki Lurah Punggowo DR.Soerya Respationo berkeliling ke stand kesenian, sempat membicarakan ide untuk menggelar kolaborasi dengan paguyuban lain. Gelaran tersebut akan dijual menjadi even wisata budaya nasional dan internasional.

Halal bi halal Punggowo, Minggu (27/8) dengan tema “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa artinya Beraneka Ragam itu Satu, Tiada Kebenaran Ganda”.

Baca juga :  Menko Kemaritiman Terus Dorong Pemanfaatan Sektor Maritim Kepri

Hadir dalam kesempatan tersebut Dirjen Kementerian Pariwisata R.I, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Sekda Provinsi Kepri TS Arif Fadillah, Mantan Pjs.Gubernur Kepri Nuryanto, Sekda Kota Batam Jefridin, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bambang Widodo, Mantan Kepala BP Batam, Mustafa Wijaya, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Sekda Kota Tanjungpinang Riono, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, Msi, Ki Carik Punghowo Sulistiono, Ketua Punggowo se-Kepri, Ketua berbagai Paguyuban se-Kepri, Kapolresta Barelang.

Ki Lurah Punggowo, Soerya Respationo, dalam sambutannya mengungkapkan filosofi Mpu Tantular dalam pengambilan tema halal bi halal Punggowo tahun ini. Filosofi Mpu Tantular tersebut yang dipraktekan oleh Patih Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara. Filosofi itu adalah bahwa untuk menyatukan Nusantara tidak mesti harus dengan senjata tetapi melalui seni budaya akan lebih efektif.

“Hal inilah yang kami dari Punggowo praktekan. Kami yakin dan percaya seni budaya yang bisa menyatukan kita untuk memajukan negeri ini. Karena seni budaya tidak kenal Sara: suku adat ras dan agama,” tegas Soerya.

Baca juga :  Akan Dibangun Kawasan Wisata Bernuansa Budaya Melayu di Bintan

Menurut Soerya, Indonesia memiliki akar budaya yang kuat yang tidak dimiliki oleh bangsa lain di dunia. Akar budaya itulah yang digali Bung Karno dari Pancasila. Maka itu Pancasila menjadi anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga harus dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Meski situasi sulit bukan berarti kita harus menyerah. Apapun bisa kita lakukan dengan kebersamaan dan kerja keras,” tambah Soerya.

Gelaran halal bi halal Punggowo kali ini mencatatkan 6 rekor MURI, yakni:

1. Penyelenggaraan halal bi halal dengan peserta terbanyak yakni 150 ribu orang. Sekaligus memecahkan rekor sendiri tahun 2016 lalu.

2. Pagelaran kesenian Jawa terbanyak dari paguyuban Jawa.

3. DPP LSM Jogoboyo selaku pengerah massa terbanyak.

4. Paguyuban Punggowo Mudo Managemen kreasi acara.

5. Paguyuban Saraswati Wanitatomo Punggowo,

6. Ketua Dewan Kesenian Jawa Batam. Acara juga dirangkai dengan pengukuhan DPP LSM Jogoboyo Punggowo, Paguyuban Saraswati Wanitotomo Punggowo, Paguyuban Punggowo Mudo dan Dewan Seni Budaya Punggowo oleh Ki Lurah Soerya Respationo.(RK/Hms)