Selasa, 20 Februari, 2018 8:02 pm

Ibu Tewas Dibunuh, Mertua Rebutan Anak dengan Suami Korban, Lapor Polisi

RiauKepri.com, BATAM ā€“ Merasa hak asuh anaknya dihilangkan pasca istrinya tewas dibunuh, sang suami mendiang Deli Cinta Br Sihombing, Alfius Agustinus, melaporkan mertuanya ke unit Pengawasan dan Perlindungan Anak (PPA) Polresta Barelang.
Pe
ngaduan suami kobran ini guna untuk mendapatkan hak asuh anak semata wayangnya, Kawiloh, yang hingga saat ini tidak ia peroleh. Karena sejak peristiwa tragis kematian Deli Sinta Br Sihombing, anaknya diasuh oleh keluarga istri (mertua).

Informasi yang diperoleh, usai kematian Deli, Kawiloh dirawat oleh keluarga Deli. Sedangkan Alfius sudah beberapa kali mencoba meminta anaknya untuk ia asuh. Namun mertuanya tidak tidak memberikannya.

Suami korban, Alfius, mengatakan mertuanya tidak mau menyerahkan Kawiloh lantaran menganggap Kawiloh sebagai pengganti Deli, korban pembuhan. Berbagai upaya dilakukan Kawiloh, namun tidak juga didapat.

“Saya sudah tawarkan, kalau mau rumah dan mobil silahkan. Tapi serahkan anak saya. Tapi mereka (keluarga Deli) tetap tidak mau. Saya tidak tahu apa maunya,” ujarnya kepada wartawan di Mapolres Barelang, Selasa (20/2/2018).

Baca juga :  Dicari Tiga Pejabat Untuk Kadisdik Kota Batam

Menurut Alfius, mertuanya atau orang tu aistrinya Deli juga ingin merawat Kawiloh sebagai pengganti Deli yang sudah meninggal dunia. Ia juga ingin merawat anaknya.

“Itu darah daging saya. Apapun yang diinginkan (mertua) akan sayaberikan,” sebutnya.

Alfius membuat laporan dengan didampingi oleh Komisi Pangawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Eri Syahrial. Menurut Eri, usai kematian sang ibu, hak asuh anak secara otomatis akan jatuh pada sang ayah. Untu kitu, ia pun akan mendampingi Alfius hingga hak asuh didapatkan oleh yang seharusnya.

“Dalam hukum, hak asuh anak diperoleh oleh ayah dan ibu kandung. Jika salah satunya meninggal dunia maka, hak asuh secara otomatis akan jatuh pada ayah atau ibu yang masih hidup,” sebutnya.

Baca juga :  Perindah Kota, Pemko Batamm Bangun Taman Kota di Jalur Simpang Jam-Simpang Kabil

Alfius dianggap mampu membesarkan Kawiloh. Pasalnya, Alfius hingga saat ini masih mampu menghidupi keluarganya.

“Ayahnya masih mampu.Anaknya juga tidak ditelantarkan,” jelas Eri.

Siang itu juga, unit PPA Polresta Barelang langsung mendampingi Alfius dan KPPAD Kepri mendatangi kediaman mertua Alfius. Dikatakan Heri, mereka akan meminta Kawiloh sacara kekeluargaan.

“Kita ke sana sekaligus untuk mengedukasi orang tua Deli. Jika tidak mau juga, baru kita akan membuat laporan ke polisi. Tapi saat ini kita usahakan secara keluargaan dulu,” ucapnya.
Deli Cinta Sihombing, wanita 28 tahun itu tewas setelah dibunuh oleh Dedi Pubianto (29) pada Kamis (21/12) tahun lalu. Ia ditemukan tewas dengan kaki dan tangan terikat. Kawiloh pun ditemukan terkunci bersama jasad ibunya di kamar rumah mereka, Perumahan Central Raya Blok EE 8 nomor 12 KelurahanTanjunguncang, Batuaji. (helmy)