Sabtu, 3 Februari, 2018 12:51 pm

Ini Cara Remaja Masjid Meranti Menangkal Pengaruh Narkoba dan LGBT

RiauKepri.com, MERANTI- Kabupaten Kepulauan Meranti yang letaknya sangat strategi dan berbatasan langsung dengan dengan negara jiran, sangat rentan terhadap bahaya Nekoba dan perbuatan menyimpang lainnya.

Jauh memandang akan bahaya ini, Pemuda dan Remaja Masjid Kabupaten Meranti menggelar Jambore, Sabtu (3/2/2018) di Desa Alai, Kecamatan Tebintinggi Barat.

Tampak hadir dalam helat itu,
tokoh masyarakat dan Mantan Gubernur Riau H. Wan Abu Bakar, Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Ketua Panitia Penyelenggara Tito Hartono, Danramil Tebing Tinggi, Ketua MUI Meranti H. Mustapa, Ustadz Fauzy, anggota DPRD Kampar Zulfan Azmi, Anggota DPRD Meranti Ardiansyah, Zubiarsyah, Kapolsek Tebing Tinggi Barat, Kepala Dinas/Badan/Kantor.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Tito Hartono, mengatakakan,
salah satu tujuan kegiatan ini karena degradasi moral remaja semakin menghawatirkan. Baik itu nasalah Markoba, perjudian, pelecehan seksual dan prilaku menyimpang lainya.

Baca juga :  Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru Sambangi Petugas Kebersihan 

“Persoalan ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai saudara seiman, dan pendekatan religi sangat strategis untuk menangkal masalah itu,” kata Tito, seraya menyebutkan kegiatan ini diikuti 150 remaja masjid di 9 kecamatan yang ada di Meranti.

Mengingat kegiatan jambore ini sangat positif, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, atas nama pribadi mengucapkan selamat dan mengapresiasi kegiatan yang sangat luar biasa tersebut.

“Dalam situasi dan kondisi saat ini, pengaruh globalisasi dari luar negeri sangat besar, dampak negatif maraknya masuk Narkoba dari negara tetangga, dan Meranti merupakan salah satu pintu masuknya,” ungkap Irwan.

Jika remaja masjid semakin kompak, kata Irwan, maka Meranti semakin mantap, kegiatan ini harus dilakukan secara rutin membina karakter dan menguatkan keimanan sehingga dapat membentengi pengaruh negatif.

“Banyak anak dibawah umur terlibat Narkoba bahkan pengedar Markoba. Mari dengan wadah ini kita canangkan perang terhadap Narkoba,” ajak Irwan.

Baca juga :  Walikota Batam Tinjau Pembangunan 4 Kelurahan di Kecamatan Batu Ampar, Ini Harapannya

Dampak negatif yang dapat mengancam generasi Islam lainnya, ujar Irwan, adalah LGBT dan yang notabene prilaku yang dilaknat Allah, apalagi sudah banyak organisasi Internasional yang mensuport dana agar LGBT dilegalkan diseluruh dunia.

“Mari kita katakan tidak untuk LGBT. Karena siapa yang tertular akan menularkan lagi kepada yang lain dan LGBT dapat menularkan 6000 kali lebih cepat dibandingkan dengan lawan jenis. Ini berbahaya bagi masa depan generasi muda kita, mari perangi bersama,” ungkap Irwan.

Jambore ini, harap Irwan, menjadi wadah membangun karakter pemuda sebagai generasi penerus dalam membangun Meranti lebih baik lagi.

Kegiatan ini bersentuhan lnagsung dengan alam dan memperoleh informssi dari nara suber dan melatih kemampuan diri masing masing. (hidayat)