Kamis, 15 Februari, 2018 10:56 am

Ini Kesan Pertama Pedagang dan Buruh Batu Bata Berjumpa Syamsuar

RiauKepri.com, PEKANBARU- Kampanye perdana Calon Gubernur

Riau, Drs H Syamsuar MSI, Kamis (15/2/2018) pagi, melakukan blusukan di Pasar Tangor, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Tenanyanraya, Pekanbaru. Selain itu calon nomor 1 ini juga menyempatkan diri bertemu dengan pekerja pabrik batu bata di Jalan Budi Mulia.

Butet, salah seorang pedagang di Pasar Tangor bukan main “bercerutai” alias heboh suaranya begitu mengetahui Syamsuar melakukan blusukan. Selama ini dia hanya melihat Syamsuar di baliho dan layar televisi saja.

“Pak Syamsuar itu kan,” tanya Butet kepada wartawan dan dijawab wartawan, ya.

Butet pun langsung meninggalkan dagangannya dan bersalaman dengan Syamsuar. Tak hanya itu, Butet juga minta selfie. Mendengar permintaan Butet, wartawan pun sibuk mengambil moment tersebut.

Baca juga :  Ini Alasan Warga Pelantai Siap Menangkan Syamsuar

“Saya baru pertama kali bertemu dengan Pak Syamsuar, ternyata ganteng orangnya,” kata Butet mengungkap kesan pertamanya bertemu dengan bapak tiga anak itu.

Syamsuar saat berdialog denga Apoi Siregar, pekerja batu bata.

Usai melakukan blusukan, Syamsuar sempat dibawa Ketua RW 06, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Tenanyanraya, Muklis, meninjau jalan yang rusak dan berharap jika Syamsuar nantinya menjadi Gubernur Riau hal ini diperhatikan.

Usai meninjau jalan, Syamsuar menyerap aspirasi para pekerja batu bata, mendatangi sejumlah bedeng.

Apoi Siregar, salah seorang pekerja batu bata mengaku tak kenal dengan Pak Syamsuar. Namun begitu melihat suami Misnarni ini, Apoi menilai Syamsuar orangnya sederhana dan bersahaja.

Baca juga :  90 Persen Suara Tanah Putih untuk Syamsuar-Edy Nasution

“Kalau melihat dari wajah dan penampilan Pak Syamsuar saya berani katakan beliau orangnya tulus. Pak Syamsuar sepertinya bersahaja dan baik,” kata Apoi.

Harapan Apoi, seandainya Pak Syamsuar menjadi gubernur, Riau lebih baik lagi dan dapat memperhatikan masalah kesehatan buruh.

“Saya sudah 3 tahun bekerja di sini, soal pendapatan lumayan. Dalam sehari bisa mencapai Rp1.10 ribu. Hanya saja masalah kesehatan kami tidak ada jaminanya,” ucap Apoi. (hidayat)