Selasa, 13 Februari, 2018 8:32 pm

Ini Kronologis Lengkap Oknum Polisi Meranti Tembak Anak di Bawah Umur

RiauKepri.com, MERANTI- Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Odr Proyek, menyebutkan, kasus terjadinya penembakan terhadap korban di bawah umur tidak terjasi di Mapolsek Rangsang Barat namun pada sebuah kedai.

“Sebelum anggotanya melakukan tembakan dilakukan peringatan karena korban ketahuan melakukan tindakan pidana. Namun korban melawan dengan mengigit tangan anggota hingga berdarah dan tak lepas, meskipun anggota sudah berupaya agar korban melepaskan gigitannya,” kata La Ode.

Berikut ini kronoligis kebapa Saf (14 tahun) dibina di Mapolsek Rangsang Barat:

Pada hari Minggu, tanggal 11 Februari 2018, sekira pukul 21.00 WIB, di Desa Lemang, terjadi pencurian makanan di rumah warga dengan tersangka Saf.

Saf yang ditangkap warga, akhirnya diserahkan warga bersama Kades Lemang, Edi Murkan, ke Polsek Rangsang Barat yang didampingi oleh Bhabinkamtibmas, Bripka Joni Hendra.

Baca juga :  Riau Raih Penata Musik Terbaik di Perhelatan Pawai Budaya Nusantara

Di Polsek Rangsang Barat, menunggu pihak keluarga Saf datang untuk dilakukan perdamaian karena tersangka di bawah umur. Setelah lama menunggu, ternyata pihak keluarga Saf tak datang kemudian dia diamankan Polsek Rangsang Barat.

Pada hari Selasa, tanggal 13 Februari 2018, sekira pukul 05.45 WIB, Briptu Budi Setiawan, sepulang dari Salat Subuh mendapati handphon merk samsung j2 pro yang sedang dicas di kamar mess Polsek Rangsang Barat miliknya sudah hilang diduga diambil Saf.

Kemudian Briptu Budi bersama Brigadir Riki Masri dan Bripda Hasbulah Akbar, berusaha mencari Saf untuk dilakukan penangkapan.

Sekira pukul 10.00 WIB, Saf
dijumpai oleh Briptu Budi di Jalan Dusun Gema, Desa Sialang Pasung, kemudian dilakukan penangkapan.

Baca juga :  KPU Pekanbaru Gelar Rapat DPSHP untuk Ditetapkan Jadi DPT dalam Pilgubri 2018

Setelah diperiksa, ternyata handphone tersebut ada di dalam saku celana Saf, kemudian tersangka melakukan perlawanan terhadap Briptu Budi dengan cara menggigit tangan anggota. Hingga mengeluarkan darah namun gigitan tersebut tidak dilepas, dan Bripda Akbar berusaha menolong dengan cara mengeluarkan senjata jenis air softgun untuk memberikan peringatan.

Celakanya, Saf tak mengubris dan ternyata senjata tersebut pengamanannya tidak terkunci sehingga tembakan terlepas dan mengenai bahu kanan Saf. Setelah terjadi peristiwa itu, barulah Saf melepas gigitannya.

Saf sempat dilarikan ke RSUD Meranti namun karena perlu dioperasi sehingga dia rujuk ke RSUD Pekanbaru. (RK1)