Selasa, 20 Maret, 2018 8:48 pm

Ini Makna Upacara Bendera di Mata Brigjen Yan Fitri

RIAUKEPRI.COM, BATAM – Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah memimpin upacara bendera bulanan Polda Kepri, dilapangan Mapolda Kepri, Batubesar, Nongsa, Batam, Senin (19/3/2018) pagi. Apel rutin bulanan ini, dihadiri Irwasda Polda Kepri, Para Pejabat Utama Polda Kepri, Para Perwira, Bintara, Tamtama dan Aparatur Sipil Negara Polda Kepri.

Dalam amanat Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi yang dibacakan Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah menyampaikan perlu diketahui dalam sejarah Bangsa Indonesia ini, bahwa kegiatan Upacara adalah sebuah kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh Para pendahulu sebelum Indonesia Merdeka, sebagai contoh, seperti upacara selamatan kelahiran, upacara selamatan panen dan upacara upacara lainnya.

“Sehingga ini perlu dimaknai kegiatan upacara ini adalah sebagai; sebagai jati diri Bangsa Indonesia yg tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari hari, pada hakekatnya upacara bendera adalah pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan salah satu pancaran dari bangsa Indonesia, inilah yg merupakan ciri khas yang membedakan kita dengan bangsa-bangsa yang lain,”kata Brigjen Yan Fitri.

Menurutnya, upacara bendera memiliki nilai-nilai kedisiplinan dan ketertiban yg tinggi karena dalam pelaksanaan upacara bendera ini telah diatur sedemikian rupa dengan tata upacara yang baku, misalnya adanya surat perintah yg berisikan pejabat atau pelaksana upacara.

“Ini melambangkan suatu makna nilai nilai kedisiplinan, keteraturan yang tinggi, dengan demikian apabila kegiatan ini sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selaku Bhayangkara sejati tentunya seluruh perserta, harus dapat menjadi tauladan tentang hal-hal tersebut diatas, baik dalam kehidupan berorganisasi selaku Aparatur Negara maupun sebagai anggota masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,”ujarnya.

Baca juga :  Wabup Minta Panitia Evaluasi Pelaksanaan MTQ di Natuna

Dengan demikian, ia berharap, mulai hari ini dan kedepannya setiap kegiatan upacara harus sudah dapat dilaksanakan dengan baik dan benar, serta dengan sikap yg sesuai dengan persyaratan melaksanakan kegiatan upacara bendera. Dengan sederet acara yang digelar dalam setiap Upacara Bendera, seperti pembacaan teks Pancasila maupun pengucapan Tri Brata dan Catur Prasetya ini juga bermuara kepada bentuk kedisiplinan dan jiwa Nasionalisme.

“Upacara bendera setiap bulannya ini jelas-jelas untuk menjaga dan meningkatkan jiwa Nasionalisme kita semua agar NKRI tetap utuh sampai dengan Akhir jaman, hal ini terlihat dengan kita semua berdiri tegak dan melaksanakan penghormatan kepada Bendera Sang Saka Merah Putih yang diiringin dengan lagu Indonesia Raya,”jelasnya.

Dijelakasnnya, bila semua memiliki rasa disiplin tersebut, maka pada saat pengibaran Bendera hati semua akan bergetar sekaligus bangga, karena Sang Merah Putih dengan gagahnya berkibar di Angkasa Raya Indonesia yg menandakan Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang telah merdeka dan berdaulat.

“Upacara bendera juga merupakan suatu bentuk pembelajaran bagi diri kita para Bhayangkara sejati dan para penerus bangsa untuk mampu mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur untuk melahirkan negara indonesia yang kita cintai ini serta mampu mendoakan mereka agar dapat diterima segala amal dan ibadahnya serta mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT,”ungkapnya.

Ia menambahkan, terkait dengan orientasi pelaksanaan tugas kedepan yang menjadi tugas Polda Kepri, sesuai dengan kalender kamtibmas yang ada, sudah harus bisa dipersiapkan dengan baik dan benar, baik kalender kamtibmas yang bersifat nasional maupun kalender kamtibmas yang bersifat lokal, kegiatan Pesta Demokrasi Serentak Pilkada Tanjungpinang, serta menghadapi pesta demokrasi pemilu legislatif dan pemilu Presiden 2019 yang tahapan pertamanya sudah akan kita laksanakan di pertengahan tahun 2018 ini.

Baca juga :  Kapolda Sertijabkan Lima PJU Polda Kepri

“Kedepan seluruh Personil Polda Kepri harus mampu merubah Mindset pikiran yang tadinya berorientasi kepada Mindset Kepolisian dibidang tugas-tugas yang berada di darat sudah harus dapat digeser dalam sebuah konsep pemikiran baru yang berorientasi kepada kemaritiman,”harapnya.

Karena, sambung Yan Fitri, mengingat luas Wilayah Kepulauan Riau ini yang dimayoritaskan dengan bentangan lautan yang cukup luas dengan tantangan menghadapi segala bentuk kejahatan Trans Nasional Crime di mana Kepri dijadikan sebagai wilayah Entry Point maupun wilayah Transit untuk kejahatan-kejahatan tersebut.

“Harapan saya para kasatker dapat terus mengadakan peningkatan kemampuan melalui pembinaan dan pelatihan yang dilakukan secar mandiri yang berorientasi kepada prestasi dan keunggulan serta kualitas personil masing-masing satker, jadikan Polda Kepri ini sebagai Polda percontohan yang berorientasi kepada nilai nilai kemaritiman yang berkelas dunia atau Wolrd Class Organitation,”pungkasnya.

Hal ini perlu dipahami, ungkap dia, karena jelas Polda Kepri dengan Wilayah hukum yang begitu luas berhdapan langsung dengan empat negara tetangga di kawasan ASEAN, kita semua tidak boleh terlena atau nyaman dengan ketidak teraturan kita harus bisa merubah diri dan melahirkan keterpercayaan masyarakat kepada Polda Kepri dan keterpercayaan pimpinan yang menempatkan diposisi saat ini. (r/helmy)