Rabu, 21 Februari, 2018 3:24 pm

Jadi Gubri, Syamsuar Bangkitkan Kembali Inhil Sebagai Kantong Sandang Pangan

RiauKepri.com, INHIL- Bakal Calon Gubernur Riau, Drs H Syamsuar, melakukan kampanye dialogis di Pasar Pulau Palas, Kecematan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (21/2/2018) yang ditaja Parpol Koalisi, PAN, NasDem, dan PKS.

Calon nomor urut 1 ini didampingi tokoh masyarakat, H Abdul Latif, Ketua DPD PAN Inhil, Sulaiman, Ketua DPD PKS Inhil, Ustad Sumardi, dan kader NasDem.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Inhil, Ustad Sumardi, lebih banyak menyampaikan yel…yel… Begitu dia berteriak; Syamsuar-Edy Natar Nasution! Lalu dijawan ratusan ibu-ibu majelis tazlim, “Menang!.”

Sementara itu, dalam orasi politiknya, Syamsuar mengenalkan diri bahwa dia masih menjabat sebagai Bupati Siak namun saat ini cuti lantaran mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau.

“Saya ingatkan, nama saya Syamsuar nomor urut 1. Nanti di kertas pencoblosan tidak ada nama Bupati Siak, yang ada nama Syamsuar,” kata suami Misnarni ini.

Baca juga :  Tangisan di Tepi Sungai Subayang Mengantar Syamsuar Pulang¬†

Syamsuar menjelaskan hal itu karena ketika dia blusukan di pasar Tembilahan warga hanya mengenal dirinya adalah Bupati Siak namun tidak tau namanya.

Usai mengenalkan diri, Syamsuar menyebutkan, dia maju sebagai calon Gubernur Riau karena berniat dan berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama mengatasi kemiskinan.

Di Inhil, kata Syamsuar, punya potensi sandang pangan yang luar biasa. Bahkan, dulunya Inhil menjadi kantong tanaman padi di Riau.

Saat ini, kata Syamsuar, petani padi sudah punya berbagai peralatan dan dalam setahun bisa panen dua kali. Hasilnya pun sudah luar biasa, dari 6 ton sekarang sudah 9 ton sekali panen.

“Seandai nantinya saya diamanah menjadi Gubernur Riau, peningkatan ekonomi masyarakat dan memperkuat sandang pangan akan diterapkan di Provinsi Riau,” ungkap Syamsuar.

Di samping itu, dalam upaya pengetasan kemiskinan Syamsuar juga berupaya melakukan peremajaan kelapa. Sehingga hasil tanaman kelapa di Inhil semakin memberi nilai ekonomis bagi masyarakat Inhil.

Baca juga :  "Ya, Kami Sudah Tau Pak Syamsuar, Insya Allah Nomor 1"

“Upaya lain memberi modal kepada usaha kecil dalam bentuk pinjaman di bawah 5 persen,” ungkap Syamsuar.

Syamsuar juga menjalankan program pelatihan wirausaha, sehingga masyarakat ekonomi bawah dan generasi muda menjadi trampil dan berinovasi dalam meningkatkan perekonomian.

Tak kalah pentingnya sebagai upaya peningkatkan ekonomi masyarakat dan pengetasan kemiskinan, Syamsuar menerapkan wajib pajak yang nantinya diatur dalam Perda Zakat Riau.

“Zakat adalah cara yang paling ampuh dalam upaya mengetas kemiskinan, hal ini sudah diatur dalam Al-Qur’an dan peraturan negara ini. Tinggal bagaimana pengambil kebijakan mengatur dan menggesa untuk melakukan pungutan zakat yang merupakan ekonomi syariah,” ujar Syamsuar. (hidayat)