Rabu, 21 Februari, 2018 8:08 pm

“Kami Pilih Gubri Nomor Cedi dan Seuting, Apa tu?”

RiauKepri.com, INHIL– Dila, pekerja di PT Inhil Sinarmas Kelapa, Desa Sungai Gantang, Kecamatan Kempas, Inhil, tampak bersemangat. Dia yang sedang duduk bersama lima teman sejawak lainnya, Rabu (21/2/2018) menjelang sore kedatangan Calon Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSI.

Sebelum berdialig secara resmi dengan Syamsuar, Dila yang mempunyai seorang anak ini sempat bergurau dengan Bupati Siak itu.

“Nanti kalau pas hari pemilihan Gubernur Riau kami memilih nomor Cedi atau Seuting,” kata Dila.

Mendengar hal itu, Syamsuar terkejut karena memang tak mengerti bahasa yang disampaikan pekerja tersebut. “Apa itu?,” tanya Syamsuar.

Kebetulan bersama rombongan Syamsuar ketika itu juga ada tokoh masyarakat Inhil, H Abul Latif, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Riau, Alimudin, dan Ketua Keluarga Banjar Bengkalis, H Arifin, sehingga bisa menjelaskan apa yang dimaksud Dila.

“Cedi dalam Bugis artinya satu, sedang seuting dalam bahasa banjar artinya juga satu,” jelas Alimudin.

“Oo…satu artinya. Kalau gitu pilih seuting ya,” kata Syamsuar yang sebelumnya sempat meminta Jamaludin untuk kembali menyebutkan angka yang sebelumnya disebutkan Dila.

Pada saat Syamsuar bertandang aktivitas perusahaan kelapa itu sedang berlangsung. Menurut Kojim, kontraktor PT ISK subkon CV Berkat Miftahul Janah, ada sebanyak 295 karyawan yang bekerja dan dibagi tiga shif.

Baca juga :  Syamsuar Sedot Perhatian Warga Duri dan Sekitarnya

Dalam sehari, kata Dila, dia rata-rata bisa mencongkel kelapa dari tempurungnya mencapai 1 pikul atau 100 kilo. Upanya, per 1 pikul sebesar Rp 27 ribu.

“Harapan saya, tentulah Pak Syamsuar bisa memperjuangkan nasib pekerja dan bisa membawa Riau lebih baik dari sebelumnya,” kata Dila.

Syamsuar saat bergurau dengan Dila, karyawan kelapa di Inhil.

Tak berapa lama Syamsuar bergurau dengan Dila dan temannya, ratusan lainnya yang sudah siap bekerja berkumpul di depan kantor.

Sambil berdiri, berdialog Syamsuar dengan pekerja kelapa tampak akrab. Bahkan, beberapa dari pekerja tak segan-segan mencandai Syamsuar, meskipun mereka baru kenal.

Pekerja ini mengaku mengenal nama Syamsuar adalah Bupati Siak dengan baik. Namun baru kali ini berkesempatan berjumpa dengan beliau.

“Kami tahu nama Siak, tahu nama Bupati Siak, tahu yang mana Bupati Siak dari balehonya dan baru kali ini berjumpa dengannya,” kata Saleh yang sudah 6 tahun bekerja di PT ISK tersebut.

Baca juga :  Dipimpin Wakapolri, 10 Ribu Orang Hadiri Apel Kesetian NKRI NU Riau

Rata-rata dari pekerja di pabrik kelapa itu sudah mengetahui maksud dan tujuan Syamsuar datang ke tempat mereka bekerja.

“Semoga saja Pak Syamsuar terpilih menjadi Gubernur Riau dan membantu perekonomian kami pekerja ini. Selama ini kami masih bekerja manual, siapa tahu nanti ada mesin untuk mencungkil kelapa ini,” kata Saleh.

Sementara itu, Syamsuar saat memperkenalkan diri menceritakan juga soal Istana Siak dan Jembatan Siak yang sangat megah dan selalu dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Cerita Bupati Siak dua periode itu juga membuat pekerja ingin datang ke Siak, namun mereka minta diajak langsunf oleh Syamsuar saat telah menjadi Gubernur Riau.

Syamsuar juga menyampaikan beberapa program kerja yang sudah dilakukannya di Siak dan menjadi percontohan. Berbagai visi misinya dalam Pilgubri juga sudah dipaparkan secara detail.

“Kita harapkan harga jual kopra bisa meningkat sehingga upah ibu-ibu dan bapak-bapak di pabrik ini juga meningkat. Inhil salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia,” kata Syamsuar. (hidayat)