Rabu, 6 Desember, 2017 7:44 pm

Kasus Travel PW jangan Sampai Jadi “Kelabu Asap”

RiauKepri.com, PEKANBARU– Sejak 30 Oktober 2017 lalu, Polda Riau menetapkan pemilik travel umroh Pentha Wisata, MYJ, sebagai tersangka dugaan penipuan ratusan jemaah. Namun yang bersangkutan belum pernah dipanggil polisi, jangan sampai kasus ini kelabu asap alias tak jelas jadinya.

“Belum ada pemanggilan sebagai tersangka. Tapi sudah ada beberapa saksi yang diperiksa, pihak maskapai Air Asia, maupun karyawan Pentha Wisata selaku terlapor,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hadi Purwanto, kepada wartawan, Rabu (6/12/2017).

Polisi belum memanggil MYJ sebagai tersangka alasannya karena masih melengkapi berkas perkara hingga nantinya ditentukan jadwal pemanggilan terhadapnya.

“Kita lengkapi dulu pemeriksaan para saksi, kalau saksi pelapor sudah. Tersangkanya belum, dulu pernah kita undang 2 kali saat kasusnya masih penyelidikan. Tapi tersangka ini tidak datang,” ucap Hadi.

Baca juga :  Orgil di Inhil Mengamuk, Tikam Warga Akhirnya Ditembak Polisi

Hadi juga akan mengundang pihak Kementerian Agama sebagai saksi ahli yang membidangi travel umroh tersebut. Nantinya keterangan Kemenag juga sangat dibutuhkan agar kasus tersebut sampai ke kejaksaan.

“Setelah pemanggilan tersangka, barulah kita undang saksi ahli dari Kemenag,” kata Hadi.

Sebelumnya, Polda Riau menetapkan pemilik Travel PW, MYJ sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan ratusan jemaahnya yang gagal berangkat umrah ke Makkah. Dia dilaporkan sejumlah jemaah umrah yang kecewa karena selalu dijanjikan berangkat namun tidak terealisasi.

MYJ jadi tersangka setelah kepolisian menaikkan status perkara ke tahap penyidikan, beberapa waktu lalu, pasca dilaporkan oleh ratusan calon jemaahnya.

Sejumlah saksi sudah dimintai keterangannya, mulai dari jemaah hingga pihak maskapai. Travel PW memiliki ratusan jemaah yang belum berangkat meski sudah membayar.

Baca juga :  Terkait Pembangunan Pelabuhan Dorak, Ini Kata Bupati Meranti

Para jemaah mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau melaporkan kasus itu pada akhir bulan September 2017 lalu. Bahkan massa juga turut memboyong MYJ ke Mapolda Riau.

Calon jemaah merasa kesal lantaran selama ini hanya diberi janji manis oleh MYJ, mulai dari pemberangkatan hingga pengembalian uang. Sedikitnya ada sekitar 700 orang calon jemaah yang terdaftar menjadi korban dugaan penipuan dalam kasus tersebut.

Bahkan ada juga calon jemaah yang sudah mendaftar sejak tahun 2015 dan 2016 lalu. Karena tak kunjung diberangkatkan, mereka sempat beberapa kali mendatangi kantor travel PW yang terletak di Jalan Panda, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. (RK1/*)