Rabu, 31 Januari, 2018 1:07 pm

Kemenag Kepri Himbau Salat Gerhana Bulan Total

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG- Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau umat muslim melaksanakan shalat gerhana bulan (khusuf) saat terjadi gerhana bulan pada hari ini, Rabu (31/1/2018).

Kepala Kanwil Kemenag Kepri Marwin Jamal mengatakan berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gerhana bulan yang mulai terjadi pada pukul 18.48 WIB yang dapat dilihat hampir di seluruh Indonesia.

“Rabu (31/1) bertepatan dengan 14 Jumadal Ula 1439 Hijriah mulai pukul 18:48 WIB di Indonesia akan terjadi gerhana bulan. Gerhana bulan total dapat dilihat pada pukul 20.28 WIB, dan berakhir pada 22.11 WIB,” katanya kepada wartawan di Tanjungpinang, kemarin.

Ia menghimbau, saat terjadi gerhana bulan ini, agar umat Islam melaksanakan shalat sunah gerhana secara berjamaah. Selain itu, dalam kegiatan religi ini juga dilakukan khutbah, sebagaimana yang pernah dilaksanakan Nabi Muhammad SAW.

Baca juga :  KP Baladewa 8002 BKP POlda Kepri dan Riau Tangkap 4 Kapal Vietnam Bawa Ikan Asing di Laut Natuna Utara

Shalat sunah ini, menurut dia, sangat dianjurkan sehingga dianjurkan bagi umat Islam untuk melaksanakannya. Umat Islam juga dianjurkan untuk bertakbir terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat gerhana bulan tersebut.

“Kami juga anjurkan agar perbanyak zikir, sedekah dan melakukan kebajikan lainnya, salah satunya mendoakan keselamatan bangsa dan negara,”ujarnya, dikutip riaukepri.com dari antaranews.com, Rabu (31/1/2018).

Dijelaskanya, BMKG menyatakan gerhana bulan total terjadi saat posisi bumi berada antara bulan dan matahari. Bulan berada di bawah bayang bumi lantaran cahaya matahari terhalang bumi.

Fenomena itu diistilahkan oleh Badan Antariksa AS (NASA) sebagai “Super Blue Blood Moon”. Kelangkaan terjadi karena itu gerhana bulan total bertepatan dengan “supermoon” dan “blue moon”.

Baca juga :  Usai Simulasi, Menteri BUMN Akui MPP Batam Terbaik di Indonesia

“Manfaatkan fenomena langka ini untuk beribadah dan tingkatkan amal ibadah. Ini yang dilakukan Rasulullah,” tukas Marwin.

Melansir dari Kompas.com, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati berkata bahwa posisi bumi yang berada segaris dengan matahari dan bulan mengakibatkan gravitasi bulan dan matahari terintegrasi.
Akibatnya pasang air laut menjadi maksimal.

“Pasang air laut mencapai 1,5 meter, meski juga dapat terjadi air laut surut 100 sampai 110 sentimeter pada tanggal 30 Januari hingga 1 Februari 2018,” kata Dwikorita di kompleks gedung BMKG, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Perubahan muka air laut tersebut akan terjadi di sejumlah tempat.
Antara lain di Sumatera Utara, Sumatera Barat, selatan Lampung, utara Jakarta, utara Jawa Tengah, utara Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. (helmy)