Senin, 29 Januari, 2018 3:41 pm

Kisah Jenderal Gatot Tanam Padi di Siak dan Kebanggaan Danrem Edy

RiauKepri.com, SIAK- Seluas 8.000 hektare padi di Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, pada bulan Mei 2017, secara simbolis ditanam mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, kini Komandan Korem Wira Bima 031 Riau, Brigjen TNI Edy Natar Nasution, memanennya, Senin (29/1/2018). Luas masa panen ini sekitar 4.000 hektare.

“Saya sangat bangga, dulu di sini Pak Jenderal Gatot ikut menanam padi disini pada pembukaan‎nya. Kini saya yang hadir di sini ikut memanennya,” ujar Brigjen Edy Nasution di persawahan padi, Kabupaten Siak.

Edy datang bersama Bupati Siak Syamsuar serta para Komandan Kodim se Provinsi Riau. Sebab, Siak merupakan sebagai pilot projek tanaman padi di seluruh Riau karena penghasil padi terbesar. Daerah Siak sendiri tidak membutuhkan impor beras lantaran sebagai lumbung padi yang besar.

Baca juga :  Unilak PTS Pertama Gunakan Sistem PIN di Kopertis X

Edy menjelaskan betapa pentingnya padi sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia. Dia ingin daerah lain mencontoh Kabupaten Siak dalam penanganan ekonomi di bidang pertanian.

Edy tak lupa mengingatkan kepada para petani yang ikut hadir agar memberikan zakatnya dari hasil pertanian mereka. Sebab, kata dia, di antara pengasilan petani, ada hak orang lain di dalamnya. Brigjen Edy bersama Bupati Syamsuar langsung membawa Badan Amil Zakat Nasional untuk menerima zakat dari para petani.

“‎Kewajiban kita sebagai umat beragama, untuk memberikan zakat dari apa yang kita dapatkan. Tanaman padi yang kita panen ini, langsung dizakatkan ke Baznas agar disalurkan kepada penerimanya,” ucap Edy.

Baca juga :  Kembang Api dan Syamsuar pun Berandai Ria, Warga "Mengelinjang"

Sementara itu, Bupati Siak Syamsuar bersyukur produksi padi di daerahnya terus meningkat‎ di banding enam tahun sebelumnya. Nilai rata-rata panen padi sejak 2012 hingga 2017 sebesar 35,304 Ton.

Nilai tersebut jauh meningkat dibanding tahun 2011 lalu sebesar  28,220 ton atau 25,8 persen. Sementara rerata produktifitas padi selama enam tahun terakhir sebesar 4.514 Ton atau meningkat 18 persen  dari tahun 2011 yaitu 4.078 Ton perhektare.

“Kami punya komitmen untuk pengembangan padi ini, kami minta Kepala Dinas Pertanian segera alokasikan mesin traktor di seluruh kecamatan,” kata Syamsuar. (RK1/*)