Kamis, 7 Desember, 2017 12:58 am

Kisah PNS Siak “Bermadu,” Per Bulan Rp5 Juta di Depan Mata

RiauKepri.com, SIAK– Berawal dari keisengan, usaha ternak madu Kelulut sukses menjadi ladang uang bagi Muhammad Ridwan, yang biasa disapa Iwan. Pria 38 tahun ini, tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kominfo Kabupaten Siak.

“Awalnya saya belajar dari teman di Bangkinang dan browsing di internet, akhirnya saya manfaatkan halaman rumah untuk membudidayakan madu kelulut,” cerita Iwan saat dijumpai di rumahnya di Kampung Benteng Hilir, Rabu (6/12/2017).

Tidak disangka, kata Iwan, ternyata hasilnya cukup lumayan. Sehingga bisa menambah penghasilan keluarga. Untuk mendapatkan sarang Kelulut, dirinya bekerjasama dengan pemburu madu hutan dan pencari kayu bakar di hutan.

“Biasanya pencari kayu bakar ini lebih sering menemukan sarang atau log Kelulut di hutan, karena Kelulut paling suka bersarang di kayu-kayu lapuk dan berlubang yang ada dihutan,” ujar mantan penyiar radio ini.

Baca juga :  Pertumbuhan Ekonomi Inhil 2018 Naik, Ini Alasannya

Iwan menceritakan, pengolahan madu Kelulut ini sangat sederhana, cukup dengan memindahkan sarang madu Kelulut ke dalam kotak ukuran 40×50 cm dengan ketinggian 6 cm yang ditutup rapat sehingga tidak ada cahaya yang masuk kedalam sarang. Selanjutnya, diberi atap agar tidak terkena panas matahari langsung dan air hujan.

Budidaya madu kelulut Iwan.

Dalam waktu relatif singkat Kelulut sudah membuat sarang madu di kotak yang telah diletakkan di bagian atas kayu log.

“Tidak butuh waktu lama, sekitar 3 bulan sudah bisa diambil madunya, dan selanjutnya Kelulut sudah bisa dipanen satu kali selama satu bulan,” kata pria tiga anak itu.

Untuk hasil yang maksimal, sambung Iwan, mesti dibarengi dengan menanam bunga di sekitar madu Kelulut, adapun bunga yang paling digemari oleh Kelulut adalah bunga air mata pengantin, bunga jeruk kasturi, dan bunga belimbing.

Baca juga :  Harapkan Danrem Edy Hadir, Mahasiswa Unilak Undurkan Acara

“Budidaya madu kelulut ini beda dari yang lain, semakin banyak orang yang membudidayakan maka harga semakin tinggi,” ungkap Iwan.

Iwan menambahkan, setiap bulannya harus mencapai 30-50 kilogram karena dia mengekspor keluar negeri. Oleh karena itu ia mengajak dan mengajari tetangganya untuk beternak Kelulut tersebut.

Tak hanya itu, ternyata Iwan juga produsen madu hutan Sialang. Hampir seluruh hutan di Siak telah ia telusuri untuk mencari sarang lebah bahkan hingga ke Sumatera Barat.

Biasanya madu yang ia kumpulkan mencapai 3 ton dan siap untuk di kirim ke pelanggan di luar negeri, seperti Singapura, Malaysia dan Korea.

Iwan juga membuka rahasia,
omset madu Kelulut yang diternakntmya bisa mencapai Rp 5 jutaan per bulan. “Tergantung jumlah log (sarang kelulut) yang kita punya,” kata Iwan. (RK1/*)