Sabtu, 5 Agustus, 2017 12:41 pm

Kisah Rudi – Syamsuar di Kedai Mie Lendir Batam, Tak Sekdar Sarapan Pagi

RiauKepri.com, BATAM – Sabtu (05/08/2017), ketika jarum menunjukkan pukul 07.34 WIB, dari tempat menginapnya di kawasan Nagoya, Batam, Provinsi Kepri, Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, bergerak menuju kedai yang menjual mie lendir yang berjarak sekitar 500 meter.

Sudah lama Syamsuar tidak memanjakan “anak tekak” menikmati mie lendir khas kuliner Kepri itu. Begitu ada kesempatan, setelah melepas Calon Jemaah Haji (JCH) koleter 6, Siak dan Pelalawan pada Jumat (4/8/2017) petang, besoknya, pagi Sabtu, sebelum bertolak balik kampung, dia menyempatkan diri melahap mie lendir.

Tak hanya Syamsuar. Ternyata Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, yang memang sedang berada di Batam, sudah duluan berada di sana. Juga secara kebetulan, setengah jam kemudian, Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefriden, lengkap dengan pakaian Pramuka, muncul di kedai yang sama. Maka bergabunglah mereka sambil menikmati sarapan pagi.

Selang beberapa menit, setelah Syamsuar menikmati mie lendir dan segelas teh hangat, orang dekat Walikota Batam yang sejak awal sudah ikut bergabung, mengajak orang nomor satu di Negeri Istana ini pindah ke kedai sebelah yang menjual sop ikan dan sejumlah serapan lainnya.

Baca juga :  Fraksi di DPRD Inhil Beri Tanggapan Terkait KUA PPAS

“Walikota Batam, H Muhammad Rudi, ada di sebelah. Dia mengajak bergabung untuk bersilaturahmi,” kata orang dekat tersebut. Syamsuar pun memenuhi ajakan itu.

Pertemuan dua tokoh pemimpin ini begitu akrab. Mereka tidak hanya bicara soal politik terkait keinginan Syamsuar untuk maju sebagai Balon Gubernur Riau, tapi juga sharring tentang pembangunan, termasuk bagaimana berbuat yang terbaik untuk masyarakat.

“Apa kabar? Semoga sehat selalu. Sudah berapa lama bapak tidak ke Batam,” tanya Rudi kepada Syamsuar, setelah mereka bersalaman dan cipika-cipiki.

Sekitar setahun lalu, kata Syamsuar, dia datang ke Batam. Namun, meskipun baru saja datang ke Batam dan sekarang kembali lagi, ia mengakui dapat menandai pembangunan Kota Batam yang cukup luar biasa dan cepat.

Syamsuar merasakan perubahan pembangunan di Kota Batam ini sejak dia baru saja sampai dan hendak bertolak ke penginapan di Nagoya dari Hang Nadim. Pembangunan jalan yang luas yang dilihat Syamsuar dari dalam mobil, membuat wajah Kota Batam berubah.

Baca juga :  BIG Jalin Kerjasama dengan Siak, Mengangkat Kedaulatan Pangan

Di beberapa ruas jalan, kata Syamsuar, dia juga melihat taman kota dan penamaan suatu tempat dalam ukuran besar. Selain itu, tampak juga sedang dilakukan perluasan jalan di berbagai ruas. Oleh karena itu, Batam kali ini dirasakan Syamsuar cukup lapang, leluasa, dan selesa.

“Saya juga melihat sedang dibangun fly over. Ini tentu sangat bagus dalam upaya pelayanan kepada masyarakat, terutama dalan kelancaran lalu lintas, karena fly over akan berperan penting untuk mengurai kemacetan,” kata Syariah.

Meskipun secara kebetulan dan bukan yang pertama, namun Muhammad Rudi mengaku cukup senang dapat bersua dengan Syamsuar di tempat sarapan pagi kawasan Nagoya Batam itu. Mereka pun tampak cukup akrab dan kemudian berjanji akan saling kontak untuk tetap menjalin komunikasi.

Kesan Rudi, Syamsuar adalah orang baik yang sederhana, bersahaja, merakyat, dan akomodatif. “Dengan melihat air mukanya yang teduh, maka kita tahu bahwa Pak Syamsuar ini orang baik,” ujar Rudi kepada media online ini setelah Syamsuar berganjak dari tempat sarapan. (RK-1)