Selasa, 17 April, 2018 2:22 am

KMF Menjulang Ingin “Anak Riau Bisa!”

RiauKepri.com, PEKANBARU – Waktu bergerak dengan pasti melahirkan angka-angka sebagai tanda bahwa hidup bukan ruang hampa dan bukan pula sesuatu yang diam. Waktu memang wilayah absurd namun melahirkan kepastian. Ke-absurd-an waktu, dimana ‘hidup’ berada dalamnya, dapat diberi kepastian dengan meracik kegelisahan, membumbui mimpi, mengaduk pikiran dan hati menjadi adonan kerja nyata untuk menghasilkan karya. Angka-angka yang dilahirkan oleh waktu bergerak menjadi tanda pula dari usaha yang telah dilakukan. Menjadi cermin sekaligus menjadi alat ukur melihat diri sendiri; mengecilkah atau membesar? Waktu senantiasa memberi ruang keberadaan kita sebagai manusia.

Waktu bergerak dengan pasti, tidak terasa pula menghantarkan Komunitas Malay Film (KMF) di depan cermin angka satu (1 tahun). Kelahiran KMF adalah upaya beberapa anak muda memberi makna pada bentangan waktu dengan menghasilkan karya seni film. Tidak susah membentuk KMF ini, sebab mereka memiliki gelisah yang sama untuk ‘mewarnai’ ruang kreativitas kesenian di Tanah Melayu ini. Pada tanggal 16 April 2017, di Anjung Seni Idrus Tintin, Bandar Serai, bertepatan pemutaran film karya perdana mereka, “Mafia Agaknya, Geng!”, moment ini mereka jadikan sebagai hari kelahiran Komunitas Malay Film.

Proses pembuatan film “Aku Tak Mengutuk, Tuhan” di Perawang

Dalam proses pembuatan film “Mafia Agaknya, Geng!” inilah, menjadi laluan mereka mengkristalkan diri membentuk KMF. Tak ada peralatan untuk membuat film yang mereka miliki, selain semangat dan rasa persaudaraan yang akhirnya mampu mengatasi ketidakpunyaan itu. Mereka saling berpikir, saling mengeluarkan ide dan gagasan, dan membagi kerja untuk menghasilkan karya, dan lahirlah “Mafia Agaknya, Geng!”.

Baca juga :  BPOM Riau : 3 Produk Impor Ikan Mackerel Kaleng Terbukti Mengandung Cacing

Semangat yang dimiliki oleh KMF merupakan perwujudan dari semangat Teater Matan. Kelahiran KMF juga adalah keinginan dari Teater Matan yang hendak menampung generasi muda yang memiliki kemampuan dalam bidang perfilman. Selain itu, KMF menjadi bagi transformasi gagasan dan ide Teater Matan untuk merangkul dan memanfaatkan perkembangan teknologi video visual. Upaya memberi laluan para aktor Teater Matan memperlihatkan kebolehan akting mereka ke layak yang lebih luas melalui film.

Memang belum banyak yang dilakukan oleh KMF dalam mewarnai dunia seni di Riau. Selain film “Mafia Agaknya, Geng!”, KMF juga telah menghasilkan puluhan film pendek dan dapat diakses melalui chanel Youtube Teater Matan. Sejalan dengan waktu juga, KMF dengan film “Mafia Agaknya, Geng!” menaja nonton bersama (bareng) di ceruk kampung yang ada di Riau ini. Sudah tiga kabupaten film ini diperlihatkan bulan Maret yang lalu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Idragiri Hilir dan Kabupaten Indragiri Hulu. Pertengahan bulan April ini, KMF akan membawa film “Mafia Gakanya, Geng!” ke Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kepulauan Riau.

Baca juga :  Ini Alasan Warga Pelantai Siap Menangkan Syamsuar
Promosi film “Mafia Agaknya, Geng!” di Car Free Day, Jalan Diponegoro, Pekanbaru

Waktu bergerak dengan pasti, tentu banyak lagi hendak diberikan pada waktu yang terus bergerak ini. Untuk saat ini, KMF baru mampu menuangkan gagasan bagi diri sendiri dengan menghasilkan karya-karya sendiri. Ke depan, melihat potensi generasi muda Riau di bidang film yang tersebar di kabupaten/kota Riau, KMF juga berkeinginan merangkul mereka. Ada beberapa program ke depannya yang harus diwujudkan untuk menyatukan generasi muda yang bergerak dalam bidang film ini, salah satunya adalah menaja Festival Film Anak Riau. “Anak Riau Bisa!”

Tetaplah percaya bahwa apa yang dilakukan dengan keyakinan dan mengharap ridho Sang Maha Penciptakan akan menghasilkan sesuatu yang indah. Riau memerlukan anak muda kreatif untuk mendenyutkan keberadaannya, dan salah satu mendenyutkan Riau adalah dengan karya film. Selamat Milad 1 Komunitas Malay Film, tetaplah pelihara semangat persaudaraan dan tetap optimis.

Hang Kafrawi, Ketua Teater Matan dan Pembina Komunitas Malay Film