Senin, 7 Agustus, 2017 11:21 pm

KPID Kepri Larang Putar “Despacito”, Jika Bandel, Ini Akibatnya

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kepulauan Riau melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga-lembaga penyiaran se Kepri. Itu disebabkan liriknya berisi pesan porno yang tidak sesuai dengan budaya Timur.

Ketua KPID Kepri, Azwardi sebagaimana dikutip kumparan.com, Senin (7/8) mengatakan, lagu itu tidak layak didengar. “Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, sangat porno,” ungkap Azwardi.

Dia juga menjelaskan, berdasarkan hasil pengawasan KPID Kepri, lagu itu beberapa kali disiarkan Radio Bintan. Padahal sekitar tiga pekan lalu KPID Kepri sudah mengeluarkan surat edaran yang melarang seluruh lembaga penyiaran menyiarkan lagu itu. Alhasil, Radio Bintan mendapat teguran.

Baca juga :  RUU Daerah Kepulauan, Spirit Memanfaatkan Laut untuk Kejayaan

“Untuk tahap awal, kami memberi teguran lisan. Selanjutnya, diberi peringatan jika pihak pengelola radio milik Pemkab Bintan itu tidak mengindahkannya,” ucap Azwardi.

KPID Kepri dapat bersikap lebih tegas jika peringatan tidak membuahkan hasil yang positif.

“Kami dapat merekomendasikan agar izin penyiarannya dicabut,” tutur Azwardi.

Sejauh ini, berdasarkan pengamatan KPID, hanya Radio Bintan yang kedapatan menyiarkan lagu itu. Namun KPID terus melakukan pengawasan agar lembaga penyiaran lain tidak melakukan kesalahan yang sama.

“Pengawasan harus dilakukan bersama-sama. Masyarakat dapat melaporkan kepada kami jika mendengar atau melihat ada lembaga penyiaran yang menyiarkan lagu porno itu,” kata Azwardi.

Baca juga :  Spirit Sultan Mahmud Riayat Syah Diharapkan Menjadi Motivasi Generasi Kepri

Ia mengemukakan, KPID akan kembali mengingatkan seluruh lembaga penyiaran untuk tidak menyiarkan lagu tersebut dalam waktu dekat.

“Saya suka musiknya, enak didengar, tetapi saya tidak suka liriknya. Sangat jorok, tidak layak didengar,” kata Azwardi.

Bulan lalu di media sosial ramai soal arti lirik Despacito yang bernuansa seksual. Malaysia lebih dulu melarang lagu tenar itu. Masyarakat Malaysia memang tidak berbahasa Spanyol, tapi lirik lagu itu bisa diterjemahkan dengan Google Translate.(RK)