Kamis, 27 Juli, 2017 11:40 am

Kunjungan Bupati Meranti Ke Kementerian PUPR Dibalas Kunjungan Staf Ahli Kementerian PMK

RiauKepri.com, MERANTI — Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pembangun Manusia dan Kebudayaan (PMK), Ir. Asfarinal MT dan rombongan melakukan peninjauan ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (26/7). Peninjauan itu dalam rangka melihat potensi daerah yang disinergikan dengan dukungan pembangunan infrastruktur strategis guna mempercepat perkembangan Kabupaten termuda di Riau itu.
Kedatangan tim juga dalam rangka menindaklanjuti kunjungan Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si ke Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (PR), beberapa waktu lalu yang meminta dukungan alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur di Kepulauan Meranti.
“Kedatangan kami ini dalam rangka menindaklanjuti kunjungan Pak Bupati ke Kementerian PU PR. Jadi kami sengaja datang untuk melakukan survei dan mengumpulkan data-data potensi Meranti yang akan didukung dengan pembangunan infrastruktur. Nantinya hasil kunjungan ini akan kami teruskan kepada Kementerian terkait, Kementerian PUPR,” ujarnya.
Setelah dikoordinasi dengan Kementerian PU PR, seperti dikatakan Asfarinal, jika tidak ada halangan dalam waktu dekat pihak Kementerian PU PR akan menurunkan tim untuk melakukan kunjungan lanjutan.
“Dalam waktu dekat Kementerian PU akan menurunkan tim ke Meranti,” tambah Asfarinal yang berharap ditahun 2018 beberapa proyek infrastruktur strategis dapat dibangun di Meranti.
Kunjungan Asfarinal dan rombongan ini didampingi Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim. Pertama kali mereka mengunjungi PT. National Sagu Prima (NSP), di Kecamatan Tening Tinggi Timur. Di lokasi ini rombongan melihat proses produksi tepung sagu kering yang dimulai dari penghancuran tual sagu hingga menjadi tepung yang siap dikirim ke Cirebon untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan diekspor keluar negeri seperti Jepang dan negara tetangga lainnya.
Staf Ahli Kementerian PMK Asfarinal menunjukan ketertarikannya pada ampas kulit sagu yang ternyata dapat diolah lagi menjadi bahan bakar untuk menggerakan mesin-mesin pembuat tepung sagu kering.
Sekedar informasi, PT. NSP merupakan satu-satunya perusahaan pengolah sagu di Meranti dan termasuk yang terbesar di Indonesia. Memiliki kebun seluas 21 Ribu Hektar ditambah dengan hasil kebun milik masyarakat, PT. NSP mampu memproduksi tepung sagu kering sebanyak 400 Ton/Bulan.
Dalam perjalanan menuju PT. NSP, rombongan juga menyempatkan diri mengamati daerah Butong yang direncanakan akan dibangun jembatan penghubung yang akan menyatukan Pulau Tebing Tinggi Kepulauan Meranti dan Kabupaten Pelalawan. Jika proyek ini berhasil dibangun maka akan membuka akses yang mampu memberikan multyflier efek yang besar bagi pembangunan dan perkembangan Meranti.
“Meranti memiliki potensi yang luar biasa dan daya tarik khusus yang belum dikemas dengan baik. Selain itu pembangunan Meranti terbentur pada aksesbilitas yang menyebabkan daerah ini menjadi terisolir. Untuk itu diperlukan pembangunan jembatan dan jalan-jalan yang dapat menyatukan antar pulau dan penghubung ke Pulau Sumatera,” katanya.
Agar apa yang diinginkan Kabupaten Meranti dapat direalisasikan, Asfarinal meminta kepada SKPD terkait untuk melakukan komunikasi dan koorinasi intens di tingkat pusat dan fokus kepada infrastuktur strategis yang ingin diusulkan. Usulan menurutnya jangan terlalu banyak tetapi fokuskan pada hal yang benar-benar dibutuhkan.
Dan yang tak kalah penting dalam proposal usulan pembangunan infrastruktur harus didukung dengan data-data yang lengkap dan valid untuk meyakinkan pusat. Sebagai tolak ukur seberapa besar manfaat dari pembangunan proyek tersebut terhadap masyarakat dan pemkembangan Meranti.(RK/Hms)
Baca juga :  Angkut Pengurus Daerah, PWI Riau Hadiri Konkernas PWI 2017