Jumat, 1 September, 2017 3:20 am

Malam Lebaran, Puisi Diseret di RTH Tunjuk Ajar Integritas

RiauKepri.com, PEKANBARU – “Orang ni gila mungkin,” ucap salah seorang anak lelaki berusia lebih kurang 11 tahun. Namun demikian, anak lelaki bersama beberapa temannya berhenti dan menyaksikan sampai selesai lelaki yang berdiri sambil membacakan kalimat yang tertera di telepon genggamnya. Ketika lelaki membacakan kalimat-kalimat di telepon genggamnya melangkahkan kaki meninggalkan tempat tersebut, rombongan anak-anak itu mengikutinya.

“Baca puisi bapak ni tadi, ya? Bagus, Pak. Teruskanlah baca puisinya, Pak, kami mau juga belajar membaca puisi,” kata anak-anak lelaki terus mengikuti lelaki yang membacakan kalimat-kalimat di telepon genggamnya tadi.

Lelaki yang membaca puisi itu pun hanya tertawa bahagia, lalu ia berhenti dan mengusap kepala anak yang mengatakan ia gila. “Kamu sudah pernah baca puisi?” lelaki itu bertanya.

“Belum, Pak, tapi kami berkeinginan mau belajar baca puisi,” jawab anak itu sambil menyebutkan tempat tinggalnya yang berada di sekitar Pasar Kodim Pekanbaru. 

“Nanti ya, kita belajar bersama-sama,” ucap lelaki yang membacakan puisi, lalu pergi.

Tidak jauh dari tempat membacakan puisinya tadi, lelaki itu kembali membacakan puisinya di hadapan orang ramai. Kali ini, lelaki itu membacakan puisinya penuh ekpresi dan mencoba berintraksi dengan para penyaksikan aksinya. Ada yang senyum-senyum, dan ada juga tidak tahan, lalu berdiri menjauhkan diri dari lelaki yang sedang membacakan puisi itu.

Baca juga :  Pelaku Ekonomi Kreatif Sambut Baik Pelatihan Kerajinan Sovenir Tajaan Dinas Pariwisata Riau

Inilah yang dilakukan Bambang Wahyu Jatmiko (lelaki membaca puisi) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas yang terletak di Jalan A. Yani, Pekanbaru, di malam Lebaran Idul Adha (31/8/2017). Bambang Wahyu Jatmiko memang sengaja membacakan puisi di ruang publik di mana masyarakat banyak berkumpul. Hal ini, kata Bambang, adalah upaya mendekatkan karya sastra di tengah masyarakat Pekanbaru yang katanya kurang peduli dengan karya seni, khususnya karya sastra.

“Banyak yang merespon ketika saya membacakan puisi tadi. Bahkan ketika saya membacakan puisi di pakiran motor, anak-anak muda dengan seksama menikmati puisi yang saya bacakan. Mereka juga memuji apa yang saya lakukan. Ini berarti kita saja yang kurang sosialisasi karya seni kepada masyarakat,” ucap mantan mahasiswa Jurusan Teater Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) angkatan pertama ini.

Bambang Wahyu Jatmiko yang juga Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Transportasi Seluruh Indonesia (F.SPSTSI)–Konfederasi Serikat Seluruh Indonesia (K.SPSI) Provinsi Riau ini, merupakan aktor teater di Riau yang sudah lama menghilang dari panggung. Aksi baca puisi yang ia lakukan, selain mengeksplorasi diri, juga adalah upayanya menjadikan RTH Tunjuk Ajar Integritas ini menjadi tempat aktivitas seni.

Baca juga :  Dihadapan Ratusan Ribu Orang AHY Umumkan ke Siak

“Sayang kalau tempat seperti ini dibiarkan begitu saja tanpa ada karya seni dipergelarkan di sini. Apalagi nama yang dilekatkan pada ruang publik ini, RTH Tunjuk Ajar Integritas, tentu harus ada tunjuk ajar seperti apa yang mau diberikan kepada masyarakat yang berkunjung di tempat ini,” ucap Bambang.

Bambang juga menjelaskan, dari pengamatannya, pergelaran karya seni di Pekanbaru hanya terfokus di dua tempat. Kalau tidak di Taman Budaya Riau, ya di kawasan Bandar Serai. Jarang sekali memanfaatkan ruang publik seperti RTH Tunjuk Ajar Integritas ini.

“Saya kira, saat ini Kota Pekanbaru harus kita ‘gilakan’ dengan pergelaran karya seni di setiap sudut dan tengah kota. Bagimanapun juga, karya seni mampu memunculkan kehalusan jiwa manusia untuk berempati satu dengan yang lainnya. Pekanbaru harus memulainya untuk membangun Riau berlandaskan budaya,” ucap Bambang. (Kafrawi)