Selasa, 20 Februari, 2018 10:14 am

Memasuki Musim Kemarau, Alfedri Ingatkan Awas Karhutla

RiauKepri.com, SIAK- Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Riau, menyebutkan memasuki musim kemarau ini agar mewaspadai terhadap bencana yang terjadi.

Terkait hal itu, Plt Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi, pada saat apel bersama di halaman Kantor Bupati Siak Senin, (19/02/2017), mengingatkan agar seluruh komponen masyarakat maupun korporasi (perusahaan) untuk menjaga bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). “Tahun 2017 yang lalu Kabupaten Siak menim Hot Spot (titik api), hanya beberapa titik saja,” kata Alfedri.

Pemkab Siak selalu mengingatkan masyarakat tentang Karhutla ini, apa lagi memasuki musim kering saat ini. Tentu kita tidak mengharapkan adanya titik api yang muncul dimana-mana, yang mengakibatkan timbulnya kabut asap.

Baca juga :  Warga Siapkan Lahan 10 Ha untuk Syamsuar Bangun Puskesmas

Alfedri juga mengingatkan kepada seluruh camat agar tak bosan-bosannya menyampaikan tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan, serta sanksi keras yang ditimbulkan terhadap si pembakar hutan dan lahan kepada masyarakatnya. Dirinya juga mengingatkan kepada Damkar dan BPBD agar mengecek peralatannya.

“Kepada Damkar dan BPBD agar mengecek peralatannya, jika ada yang rusak diperbaiki secepatnya, kemudian kepada masyarakat sadar api untuk mengecek mesin portabelnya. Hal ini sangat penting untuk mengantisipasi jika terjadi karhutla, peralatan damkar kita siap untuk digunakan,” pinta Alfedri.

Baca juga :  Firdaus Pimpin Doa Menangkan Syamsuar di Peranap

Dijelaskannya, wilayah Siak yang perlu diwaspadai Karhutla adalah di Kecamatan Mandau, Mempura, Bungaraya tepatnya di Kampung Tuah Indrapura, Jatibaru, Tambusai dan kampung lainnya yang sangat rawan terjadinya kebakaran.

“Mari kita berkerjasama dengan baik, begitu juga aparat dan pemerintah yang ada di kecamatan seperti camat, Babinkamtibmas, Kepolisian,  Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), Satgas Kampung serta perusahaan agar dapat mengedukasi masyarakatnya tentang bahaya Karhutla. Sehingga dapat meminimalkan kecil terjadinya angka kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Siak,” ajak Alfedri. (RK1/*)