Kamis, 15 Maret, 2018 7:26 am

Menko PMK: Jadikan ST2P yang Mapan di Pelalawan

Riaukepri.com, PELALAWAN – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Rabu (14/3/2018) disambut hangat Bupati Pelalawan, H.M Harris, beserta Forkompinda dan masyarakat Pelalawan.

Turut hadir mendampingi Menko Puan kali ini, Plt Gubernur Riau, Wakil Ketua DPRD Riau, Kapolda Riau, Danrem 031 Wira Bima serta Ketua ST2P.

Kedatangan Puan Maharani dalam rangka kunjungan kerjanya di Provinsi Riau, sekaligus meresmikan Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) di Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan.

Menko Puan mengatakan, pemerintah pusat sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten Pelalawan dapat menjadikan ST2P sebagai Science Techno Park (STP) yang mapan pada tahun 2019. “Fokus Techno Park Pelalawan sangat tepat pada hilirisasi produk turunan kelapa sawit. Techno Park Pelalawan yang juga melibatkan koperasi petani sawit, akan memperkuat rantai industri hilirisasi produk turunan kelapa sawit,” ujarnya.

Baca juga :  Terkait Ditemukan Cacing di Produk Sarden, Bupati Meranti Sangat Geram

Kemudian di kesempatan itu pula Menko Puan juga menyerahkan Kartu Anggota Koperasi Sawit Mandiri dan Izin Pendirian PKS Milik Koperasi Sawit Mandiri. Menko Puan juga melaunching Program Pemberdayaan Petani Sawit Swadaya untuk mewujudkan Desa Mandiri Sawit. Termasuk membagikan secara simbolis bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 5 orang warga (total penerima 100 KK), Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 5 siswa/i (total penerima 259 siswa). Kepada penerima PKH, Menko Puan menegaskan bahwa uang yang ada di bank tidak akan hilang. “Jadi tidak perlu diambil langsung semuanya, ambillah secukupnya,” tambahnya. Diserahkan pula Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) Guru kepada 5 orang dari sekitar 1500 pengajar se-Kabupaten Pelalawan.

Baca juga :  Nasri Fisda FE Pimpin Demokrat Pelalawan

Adapun bantuan lainnya yaitu bantuan untuk SD berupa 3 perpustakaan senilai Rp 463.233.000 dan 1 buah kantin sebesar Rp 80 juta. Sedangkan bantuan untuk SMP berupa rehab gedung SMPN 2 Bandar Seikijang senilai Rp 350 juta dan rehab gedung SMPN 2 Kuala Kampar senilai Rp 450 juta. Kemudian bantuan untuk SMA berupa 3 perpustakaan senilai Rp 250 juta. (RK5/*)