Selasa, 25 Juli, 2017 7:47 am

Mentan Setujui Usulan Bupati, 200 Hektar Kebun Jengkol dan Petai Akan Dikembangkan di Lingga

Ilustrasi pohon petai

RiauKepri.com, LINGGA – Menteri Pertanian dikabarkan menyetujui usulan pemanfaatan pulau-pulau kosong di Kabupaten Lingga untuk pengembangan tanaman produktif, khususnya jengkol dan petai. Keseluruhannya dengan luas mencapai 200 hektar.

Kepastian disetujuinya program pengembangan tanaman produktif jengkol dan petai di beberapa pulau kosong wilayah Kabupaten Lingga itu, secara resmi tertuang dalam surat Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Nomor : S – 990/RC.110/D/07/2017, tanggal 18 Juli 2017.

Tidak hanya menyetujui pemanfaatan pulau-pulau kosong untuk pengembangan tanaman produktif, dalam lampiran surat tersebut juga tercantum bahwa Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan sarana produksi, bibit, alat dan mesin yang diperlukan masing-masing untuk pengembangan tanaman jengkol seluas 100 hektar dan petai 100 hektar.

Baca juga :  Nyat Kadir Pulang Kampung “Dilambai” Kesedihan

“Benar, rencana pak Bupati untuk mengembangkan tanaman jengkol dan petai di pulau-pulau kosong yang ada di Lingga sudah disetujui pak Mentan. Untuk luasannya, silakan konfirmasi ke Dirjen Hortikultura,” kata Staf Khusus Menteri Pertanian RI, Andi Irwan Baharuddin, Jumat (21/7/2017).

Menurut Irawan, keputusan Mentan menyetujui usulan pengembangan perkebunan jengkol dan petai di Lingga, karena hasil peninjauan sejumlah pasar menunjukkan jumlah pasokan petai dan jengkol cenderung terus menurun dari waktu ke waktu.

“Banyak ibu-ibu yang ditemui pak Menteri di pasar-pasar, mengeluhkan pasokan jengkol dan petai yang semakin langka. Kalaupun ada biasanya harganya sangat tinggi mencapai Rp70 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram,” kata Irawan.

Baca juga :  Nyat Kadir Pulang Kampung “Dilambai” Kesedihan

Tidak hanya Kabupaten Lingga, menutur Irawan, beberapa daerah lain yang mengajukan usulan serupa juga disetujui oleh Menteri Pertanian.

“Kalau tidak salah, ada beberapa daerah yang disetujui untuk pengembangan tanaman jengkol dan petai, termasuk Kabupaten Bintan,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Lingga Alias Wello mengaku telah lama merencanakan pemanfaatan pulau kosong tersebut menjadi pulau yang produktif dan menghasilkan. Namun karena kondisi keuangan Pemkab Lingga yang minim, ide tersebut selama ini belum bisa dilaksanakan.

“Alhamdulillah, hari ini keinginan kami dikabulkan oleh pak Menteri,” kata Alias Wello yang mengaku sangat optimis pengembangan tanaman jenis holtikultura tersebut akan berhasil di Kabupaten Lingga.(*)