Kamis, 10 Agustus, 2017 12:48 am

Milad ke-60 Riau dan Kisah 54 Mantan Pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati Terus Memperjuangkan Nasib

Mantan Pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati sedang berdailog dengan Rasidin
RiauKepri.com, PEKANBARU – Di tengah hiruk-pikuk kemeriahan Milad ke-60 Tahun Provinsi Riau yang ditaja Pemerintah Provinsi Riau, Rabu (9/8/2017), 15 perwakilan dari 54 mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati, masih setia menunggu Kapala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Rasidin, di kantornya di Jalan Pepaya Pekanbaru. Kedatangan 15 perwakilan pekerja itu terkait menuntut hak mereka yang belum dipenuhi oleh PT Laut Jawa Makmur Sejati sebagai Sub Kontraktor PT EMP Malla Strait yang beroperasi di Pulau Padang, Kabupaten Kepualauan Meranti.
“Setelah surat pengaduan kami sampaikan hari Rabu, tanggal 2 Agustus 2017 minggu lalu, Pak Rasidin menghubungi kami hari Senin (7/8/2017) untuk datang menjumpainya hari Rabu (9/8/2017) ini,” kata salah seorang perwakilan mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati, Tasar Huda.
Dijelaskan Tasar Huda, mendapat kabar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Riau bersedia mengadakan pertemuan hari Rabu ini dengan mendatangkan pihak PT Laut Jawa Makmur Sejati dan PT EMP Malla Strait, mereka pun berangkat dari Pulau Padang menuju Pekanbaru hari Selasa (8/8/2017) menggunakan kendaraan roda dua. Jarak tempuh Pulau Padang ke Pekanbaru (termasuk menyeberang dari Pulau Padang ke Pulau Sumantera) memakan waktu 7-8 ini pun mereka tempuh.
“Dalam perjalanan kami menuju Pekanbaru ini, dua kali kami diguyur hujan. Tapi ini bukan masalah bagi kami yang sudah menuggu hampir dua tahun nasib kami yang digantung oleh PT Laut Jawa Makmur Sejati,” kata Tasar Huda.
Dengan harapan hak mereka dapat diselesaikan, 15 perwakilan mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati pun mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau yang terletak di Jalan Pepaya Pekanbaru. Pukul 9 pagi, ke 15 mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati sudah berada di kantor pemerintah tersebut. Namun harapan berjumpa Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Riau dengan pihak perusahaan bersangkutan, harus tertunda, sebab Kepala Dinas sedang menghadiri upacara Milad ke 60 Tahun Provinsi Riau di Kantor Gubernur.
Dengan rasa kecewa, namun tetap sabar, ke 15 mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati, menunggu di Mushola kantor dinas tersebut. Beberapa saat kemudian, para mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati, mendapat kabar bahwa Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rasidin, baru  bisa menemui mereka pukul 13.00 WIB, sebab Rasidin menghadiri Sidang Paripurna DPRD Riau terkait Milad ke-60 Provinsi Riau. Para mantan pekerja tidak patah arang, mereka dengan setia menunggu.
Suasana Memanas di Ruang Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi 
Pertemuan dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB akhirnya molor sampai pukul 15.20 WIB. Mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati telah memprediksikan bahwa pihak perusahaan tidak akan mengirimkan orang yang dapat membuat keputusan dan kebijakan terkait nasib mereka. Hal ini terbukti ketika para mantan pekerja perusahaan PT Laut Jawa Makmur Sejati itu masuk ke ruangan Rasidin, namun belum terlihat batang hidung pihak perusahaan, baik itu dari PT Laut Jawa Makmur Sejati, apalagi PT EMP Malla Strait.
Rasa kecewa para mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati bertambah-tambah ketika melihat Jodi Siahaan telah duduk di kursi pertemuan. Jodi Siahaan merupakan Ketua Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP) Provinsi Riau yang salama ini ‘mengurus’ dan menjembatani para mantan pekerja itu dengan pihak perusahaan dan juga Dinas Tenaga Kerja baik itu di Meranti maupun di Provinsi Riau. Namun selama hampir 2 tahun, mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati tidak pernah mendapat kabar yang pasti dari Jodi Siahaan, bahkan terkesan mengulur-ngulur permasalahan dan mereka sepakat tidak menggunakan jasa Jodi Siahaan.
Suasana semakin memanas ketika Jodi Siahaan menyampaikan bahwa para pekerja tidak sabar menunggu. Perkataan Jodi Siahaan inilah memancing para mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati naik pitam. Bahkan salah seorang pekerja hendak ‘membelasah’ Jodi, namun ditahan beberapa kawan-kawannya.
“Kami sudah tidak percaya lagi dengan Jodi Siahaan. Sudah hampir 2 tahun dia mengurus, namun tidak ada hasilnya. Sampai habis masa kontrak kami dengan pihak perusahaan, namun hasilnya tidak ada. Dengan ini kami keluar dari organisasi Anda pimpin,” ucap Nas dengan suara lantang di ruang pertemuan Rasidin, sambil menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri yang ditandatangani para pekerja.
Pihak pekerja pun meminta Jodi Siahaan keluar dari ruangan, namun Jodi Sihaan tetap bertahan dengan alasan telah mengurus pekerja selama hampir dua tahun. Perdebatan mulut pun terjadi dan akhirnya para mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati keluar dari ruangan Kadis Tenaga Kerja dan Transmigarsi Provinsi Riau.
Setelah mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati keluar ruangan, beberapa saat kemudian, Jodi Siahaan pun keluar. Melihat Jodi Siaan keluar, para pekerja pun kembali masuk ke ruangan Rasidin. Ketika masuk ke ruangan, perwakilan dari pihak PT Laut Jawa Makmur Sejati, sudah berada di ruangan itu. Namun perwakilan dari perusahaan itu bukanlah orang yang dapat memutuskan permasalahan mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati. Pihak mantan pekerja pun sepakat menyuruh utusan itu keluar.
“Dia perwakilan perusahaan di Kurau. Kami sudah sering bertemu dan dia pun tidak dapat mengambil kebijakan dan membuat keputusan,” jelas Indra salah seorang mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati.
Pertemuan dengan Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Rasidin, berlanjut kembali. Dalam pertemuan ini, Rasidin mamaklumi apa yang terjadi. Untuk itulah, Rasidin menerima kembali mantan pekerja PT Laut Jawa Makmur Sejati di ruangannya.
“Perusahaan ini berada di Jakarta, dan kami berusaha menghubungi dan menghadirkan orang pusat. Besok, (hari ini, Kamis, 10/8/2017.red), pukul 10 sudah ada kepastiannya. Dan kami akan menghubungi suadara-saudara,” jelas Rasidin berjanji.
Rasidin juga menjelaskan, bahwa pihaknya sudah menyurati PT Laut Jawa Makmur Sejati dan PT EMP Malla Strait untuk mengirimkan orang yang dapat membuat kebijakan dan memutuskan dalam pertemuan ini. Namun, kata Rasidin, mereka mengirim orang yang tidak memiliki hal itu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PT Laut Jawa Makmur Sejati belum membayar pesagon, gaji dari bulan Maret sampai Juni 2017, uang pengganti cuti, serta uang keterlambatan membayar gaji dari tahun 2015-2017. PT Laut Jawa Makmur Sejati merupakan sub kontraktor PT EMP Malacca Straits SA di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti. (RK3)
Baca juga :  Masuk TV, Bupati Meranti Harap Pusat Beli Produksi Sagu